Kasus Ujaran Kebencian

Unpas Geram, Tegaskan Solatun Dulah Sayuti Tersangka Ujaran Kebencian Hanya Dosen Tamu

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan Bandung, Budiana memastikan, bahwa yang dia bukan merupakan tenaga pengajar

Unpas Geram, Tegaskan Solatun Dulah Sayuti Tersangka Ujaran Kebencian Hanya Dosen Tamu
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Solatun Dulah Sayuti (SDS) ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar karena diduga menyebar ujaran kebencian di media Facebook. Foto diambil pada Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap seorang pria bernama Solatun Dulah Sayuti, dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, akibat dugaan menyebarkan ujaran kebencian di Facebooknya, pada Kamis (9/5/2019).

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan Bandung, Budiana
memastikan, bahwa yang bersangkutan bukanlah merupakan tenaga pengajar di Unpas.

"Dia itu (Solatun) bukan merupakan dosen Unpas, bahwa yang bersangkutan pernah mengajar di sini, saya katakan iya. Tapi itu sudah lampau, sekitar beberapa tahun yang lalu, itu sudah agak lama," ujarnya saat di temui di Kampus Fisip Unpas, Jalan Lengkong Besar, Bandung, Jumat (10/5/2019).

Budiana pun mengaku kesal dengan pernyataan yang dilontarkan Solatun, yang menurutnya, selain merupakan hoax, tetapi juga telah mencemarkan nama baik dari institusi Unpas sendiri.

"Jadi sekali lagi, dia itu sama sekali bukan dosen Unpas, cuma dosen tamu saja, saya juga tidak mengerti, ini orang seenaknya saja bikin statemen seperti itu jelas sangat tidak elok juga. Ya kalau sudah berbuat salah, pertanggung jawabkan kesalahannya, engga usah bawa-bawa institusi lain," ucapnya geram.

Disinggung langkah yang akan ditempuh Unpas, karena pernyataan Solatun yang telah mencemari nama baik institusi, Budiman mengaku, pihaknya telah berkomunikasi dengan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom selaku Rektor Unpas, untuk dapat menyelesaikan masalah ini.

"Ini jelas sangat merugikan kami (Unpas) dan kami baru saja melaporkan kejadian ini kepada pak rektor, dan saya sedang menunggu direction (arahan) selanjutnya seperti apa," katanya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si, membenarkan jika Solatun Dulah Sayuti merupakan salah seorang tenaga pengajar di Pascasarjana Unpas.

“Betul beliau pengajar di Pascasarjana Unpas, namun beliau hanya tercatat sebagai dosen luar biasa, bukan dosen tetap,” ujarnya saat ditemui di Gedung Pascasarjana Unpas, Jalam Sumatera 41, Jumat (10/5/2019).

Meski demikian, dirinya mengaku, belum mengetahui kabar prihal tertangkapnya salah satu dosennya itu oleh Polda Jabar berkenaan dengan ujaran kebencian di media social facebook miliknya.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved