Soal Sebar Ujaran Kebencian, Dosen Unpas: Maafkan Jika Ini Membuat kegaduhan

Kepada polisi, Dosen Unpas Solatun Dulah Sayuti mengaku tidak berniat menyebar kebencian dan membuat gaduh.

Soal Sebar Ujaran Kebencian, Dosen Unpas: Maafkan Jika Ini Membuat kegaduhan
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Solatun Dulah Sayuti (SDS) ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar karena diduga menyebar ujaran kebencian di media Facebook. Foto diambil pada Jumat (10/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Solatun Dulah Sayuti (SDS) ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar karena diduga menyebar ujaran kebencian di media Facebook.

Kepada polisi, Dosen Unpas Solatun Dulah Sayuti mengaku tidak berniat menyebar kebencian dan membuat gaduh.

"Saya berharap agar tidak sampai terjadi yang namanya pembenturan polisi dengan rakyat. Saya mendapat dua kiriman berita tertulis dan video di grup Whatsapp. Saya sudah menunjukkan video tersebut kepada bapak-bapak (polisi). Saya hanya takut itu terjadi, tidak ada niat lain, Demi Allah," kata SDS (10/5/2019).

Ia mengakui perbuatannya sebagai hal tersebut memang salah. Ia menegaskan, bahwa dia adalah anak bangsa, guru, ayah dari anak-anaknya, uwak dari keponakannya, dan kakek dari cucunya.

"Saya berani bersumpah, jika Tuhan mau menutup kepala saya dengan batu sebesar bumi, saya siap. Saya salah, kepada mahasiswa saya selalu ajarkan untuk melakukan cek ricek sebelum posting, tapi saya sendiri tidak melakukan itu. Saya mengakui kesalahan saya," katanya.

Dosen Unpas Akui Unggah Tulisan Ujaran Kebencian di Facebook: Saya Lakukan Kesalahan

Dosen Unpas Ditangkap Polisi, Gara-gara Unggah Ujaran Kebencian Soal People Power di Facebook

Secara singkat dosen tersebut menceritakan bahwa pesan yang diterimanya ialah tentang adanya sejumlah pucuk senjata yang disiapkan polisi mulai dari tingkat polsek, polres dan seterusnya.

Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat jika akibat postingan tersebut mengakibatkan kegaduhan.

Ia juga menjelaskan bahwa pesan yang diterima tersebut bersumber dari grup Whatsapp. Dirinya menjelaskan bahwa dia diundang ke grup tersebut.

"Saya dosen pascasarjana, maafkan jika ini membuat kegaduhan," katanya.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved