Dua Napi Keluar Lapas sambil Bawa Narkoba, Konsumsinya di Rumah Pribadi Kalapas

Setelah selesai memperbaiki di sore hari, Hendri dan Husni, lantas meminta izin membuang sampah di halaman belakang rumah Kalapas.

Dua Napi Keluar Lapas sambil Bawa Narkoba, Konsumsinya di Rumah Pribadi Kalapas
tribunkaltim.co/Nalendro Priambodo
Hendri Wahyudi (dua dari kanan) dan rekannya Husni, narapidana di Lapas Klas IIA Samarinda, usai diminta keterangan di Polresta Samarinda, Jumat (10/5/2019), karena diduga hendak mengkonsumsi sabu-sabu di rumah pribadi Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Nalendro Priambodo

TRIBUNJABAR.ID, SAMARINDA - Dua orang narapidana pendamping (tamping) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA, Kota Samarinda diamankan jajaran Satreskoba Polresta Samarinda karena diduga menggunakan sabu-sabu.

Anehnya, kedua narapidana bernama Hendri Wahyudi dan Husni ini mengkonsumsi barang haram ini di rumah pribadi Kepala Lapas Klas II A, Kota Samarinda, M. Ikhsan.

Cerita versi Hendry, awalnya, ia bersama 3 narapidana lainnya, Husni, Wahono dan Sahroji diperintahkan petugas Lapas membantu memperbaiki pintu rumah pribadi Kalapas Klas IIA Samarinda, Selasa (7/5/2019) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Menumpang mobil ambulance berwarna putih, aset Klas IIA Samarinda, ke-4 napi, itu keluar tahanan dikawal tiga orang sipir, Joni, Dori dan Supriyadi.

Sesampainya di rumah Kalapas Klas IIA Samarinda, di jalan Labu Putih, Perum Bengkuring, Kota Samarinda mereka langsung memperbaiki daun pintu.

Setelah selesai memperbaiki di sore hari, Hendri dan Husni, lantas meminta izin membuang sampah di halaman belakang rumah Kalapas.

Rupanya, kesempatan itu, dimanfaatkan mereka berdua untuk menghisap satu paket sabu yang barusan ia beli dari rekannya yang mendatangi lokasi.

"Saya beli harganya Rp 100 ribu. Uang itu, kiriman keluarga, setiap 3 bulan sekali," kata Hendri, Jumat (10/5/2019).

Ia berkilah, belum sempat mengkonsumsi barang haram itu, karena keburu dipanggil petugas kembali ke Lapas.

Rupanya, dalam perjalanan pulang tahanan tidak ditempatkan dalam satu mobil.

Solatun, Mantan Dosen Unpas Kasus Ujaran Kebencian Pernah Peringatkan Romahurmuziy, Bertemu di Hotel

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved