Warga Berharap Ada Tempat Penampungan Sampah di Jalan Raya Jatinangor

Warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berharap, adanya tempat penampungan sementara di desa tersebut

Warga Berharap Ada Tempat Penampungan Sampah di Jalan Raya Jatinangor
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sampah menumpuk di trotoar Jalan Raya Jatinangor 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berharap, adanya tempat penampungan sementara di desa tersebut, agar tidak ada tempat penampungan liar di trotoar jalan.

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (9/5/2019), titik fasilitas publik yakni trotoar yang menjadi tempat penampungan sampah (TPS) liar, di antaranya di Depan Kantor Bank Sumedang cabang Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor, Desa Hegarmanah, dan trotoar di Desa Cibeusi.

Sampah yang menggunduk di trotoar jalan utama Jatinangor, diduga sengaja dibuang oleh masyarakat sekitar pada waktu malam hari, lantaran tidak adanya TPS sementara dikedua desa tersebut.

Bau busuk dari tumpukan sampah tersebut tercium hingga radius 10 meter dan dikerubuni oleh banyak lalat, akibatnya, para pejalan kaki yang tengah berjalan di sekitar trotoar terlihat menutup hidung mencegah bau busuk menusuk hidung.

VIDEO-Satu Pekan Sampah Tak Diangkut di Jatinangor Seperti Ini Penampakannya

Sampah yang dibuang ke trotoar menggunakan plastik besar, sebagian besar merupakan sampah domestik rumah tangga, berupa sampah plastik, kertas, sayuran, popok bayi, hingga potongan kain, hingga kotoran hewan.

Warga Jatinangor, Euis Rosita (47), mengatakan, tidak seperti daerah lain, wilayah Jatinangor jarang sekali ada TPS, sehingga warga nekat membuang sampah sembarangan karena terpaksa.

"Kalau memang ada TPS di banyak tempat, mungkin masyarakat tidak akan membuang sampah sembarangan," kata Euis di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (9/5/2019).

Pemkab Sumedang Sebut Sampah di Trotoar Jalan Jatinangor Adalah Kewenangan Desa

Seorang pejalan kaki, Hanifah (23), mengatakan sangat terganggu dengan pemandangan tidak elok tersebut, lantaran tumpukan sampah itu berada di jalan yang setiap hari ia lintasi bersama pejalan kaki lainnya.

"Bayangkan saja, saya setiap hari lewat sini. Seaakan tidak ada perubahan, belum lagi kalau sudah hujan, cipratan dari sampah suka nempel baju," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved