Jalur Stasiun Tegalluar-Stasiun Bandung Masuki Studi Kelayakan, Stasiun Cimekar Mau Digeser

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan rampung pada Juni 2021. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat

Jalur Stasiun Tegalluar-Stasiun Bandung Masuki Studi Kelayakan, Stasiun Cimekar Mau Digeser
Tribunjabar/Muhamad Nandri Prilatama
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan rampung pada Juni 2021. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menilai perlu ada konektivitas jalur kereta dalam kota dari Stasiun Tegalluar yang menjadi akhir jalur kereta cepat di Kabupaten Bandung, menuju Stasiun Bandung.

Iwa menuturkan saat ini progres pembangunan trase Stasiun Tegalluar-Stasiun Bandung telah sampai pada tahap sinkronisasi rencana trase dan penyusunan studi kelayakan.

Proyek trase Tegalluar-Stasiun Bandung ini dilaksanakan menggunakan pola business to business, karena dinilai dapat dirampungkan lebih cepat. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dipilih sebagai ketua konsorsium bersama dengan WIKA LRT, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

 “Kereta api cepat Jakarta-Tegalluar Insya Allah itu akan selesai di Juni 2021. Tentu tidak cukup selesai sampai di situ saja, tetapi juga connectivity perlu kita selesaikan lebih awal dibandingkan dengan selesainya kereta cepat,” kata Iwa di Gedung Sate, Kamis (9/5/2019).

Menurut Iwa, ketua konsorsiumnya PT KAI karena yang bersangkutan yang memiliki aset. Pihaknya akan menggunakan jalan eksisting kereta api, dengan demikian akan lebih cepat rampung.

Jembatan Ambruk, Pria Ini Berhasil Selamat Setelah Tertimbun Lumpur 15 Menit

 Iwa menyebutkan, pada hasil rapat terakhir, ditargetkan proses studi kelayakan akan selesai pertengahan Juli 2019. Dengan demikian pengajuan trase sepanjang 15 kilometer ini ke Kementerian Perhubungan dapat dilanjutkan sesuai dengan rencana.

Iwa menambahkan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sudah mengusulkan pergeseran Stasiun Cimekar kepada PT KAI. Penggeseran lokasi stasiun ke dekat Masjid Al Jabbar ini mempertimbangkan tingkat keramaian dan rencana kepindahan pusat pemerintahan Jawa Barat ke daerah Gedebage.

 “Ada usulan dari Bapak Gubernur yang tadi kita bahas secara spesifik, yaitu salah satu jalan yang dilewati mendekati danau Gedebage, SOR Bandung Lautan Api, dan juga dimungkinkannya terjadinya perpindahan pusat pemerintahan ke Gedebage. Maka arahan Pak Gubernur stasiun digeser mendekati itu, supaya lebih optimal secara pemanfaatan maupun secara ekonomi. Ini juga menjadi bagian kajian untuk dilakukan proses evaluasi oleh pihak PT KAI," kata Iwa.

Iwa menegaskan, trase Tegalluar-Stasiun Bandung ini akan membantu mengurai kemacetan di Kota Bandung. Selain karena kereta api tidak menggunakan jalan raya yang sudah penuh lalu lintas, kereta api juga memiliki daya tampung yang lebih besar dalam sekali angkut, sehingga perpindahan orang dan barang akan semakin cepat.

PPP Merasa Suaranya Hilang di Ngamprah KBB, Bawaslu Justru Sarankan Begini

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved