Butuh Vaksin Bayi Halal, Pemerintah Turki Kunjungi Bio Farma

Produsen vaksin nasional, PT Bio Farma (Persero) menjadi salah satu produsen yang diperhitungkan dunia.

Butuh Vaksin Bayi Halal, Pemerintah Turki Kunjungi Bio Farma
Istimewa
Pemerintah Turki melalui Wakil Menteri Kesehatannya mengunjungi Bio Farma belum lama ini. Turki berminat berkolaborasi dengan produsen vaksin nasional ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Produsen vaksin nasional, PT Bio Farma (Persero) menjadi salah satu produsen yang diperhitungkan dunia.

Terlebih dengan program kemandirian vaksin yang dicanangkan perusahaan BUMN ini.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Turki berminat menggandeng Bio Farma untuk bekerjasama terutama dalam transfer teknologi.

Juliman, Direktur Produksi PT Bio Farma mengatakan, keseriusan Pemerintah Turki ditunjukan dengan kunjungan ke Bio Farma.

Melalui Kementerian Kesehatan Turki yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan Turki Prof Dr Emine Alp Mese menyampaikan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan Bio Farma.

"Wakil Menteri Kesehatan beserta Delegasi Kementerian Kesehatan Republik Turki mengunjungi Bio Farma untuk menjajaki kolaborasi dalam hal penyediaan vaksin di Negaranya," kata Juliman, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, Kementerian Kesehatan Turki berkeinginan untuk memiliki industri seperti Bio Farma dinegaranya.

Setelah di Bandung, Bio Farma Buka Layanan Imunicare di 25 Lokasi

Karena mereka juga memiliki kebutuhan terhadap vaksin halal dan Turki mengetahui bahwa Bio Farma menjadi produsen vaksin yang telah menerapkan Sistem Jaminan Halal.

Ia mengataman, pada kesempatan tersebut Prof Emine juga menyampaikan bahwa jumlah penerima vaksin pertahun sebanyak 1,35 juta bayi dan total dosis vaksin dan serum yang dibutuhkan sebanyak 44 juta dosis.

Saat ini pemerintah Turki berencana mengembangkan fasilitas produksi vaksin melalui investasi, sehingga pihaknya memerlukan partner untuk transfer teknologi produksi vaksin.

Selain itu, kedepannya pemerintah Turki juga ingin menciptakan kemandirian produksi vaksin hingga mengekspor produknya ke negara-negara sekitar, karena sampai saat ini belum ada produsen vaksin yang dimiliki pemerintah.

Berantas Cacar Air, Orang Tua di Jerman Akan Didenda Rp 40 Juta Jika Tak Beri Anak Vaksin


Pada saat kunjungan, Delegasi Turki langsung meninjau fasilitas produksi, fasilitas riset dan pengembangan, dan fasilitas OIC Center of Excellence di Bio Farma.

Delegasi Turki mengakui Bio Farma mempunyai teknologi dan riset dan pengembangan yang kuat serta diakui di antara negara-negara anggota OIC.

Delegasi Turki juga melakukan bilateral meeting dengan pihak Kementerian Kesehatan RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalene, untuk membahas rencana kerja sama antara Kementerian Kesehatan Turki dan Kementerian Kesehatan RI salah satunya yang di dalamnya mencakup kerjasama riset, pengembangan dan produksi vaksin. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved