Ngabuburit Berbahaya ala Warga Kaliwedi Cirebon

Ngabuburit adalah satu cara yang dilakukan warga untuk menantikan saat berbuka puasa.

Ngabuburit Berbahaya ala Warga Kaliwedi Cirebon
tribunjabar/siti masithoh
Warga di Kaliwedi Cirebon ngabuburit di atas rel kereta api, ketika kereta melintas mereka bergeser ke pinggir rel 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ngabuburit adalah satu cara yang dilakukan warga untuk menantikan saat berbuka puasa.

Sore hari, sekitar dua jam menjelang azan Magrib, warga biasanya keluar untuk mencari takjil atau bahkan menikmati hiburan.

Bagi warga Blok Playangan, Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, memanfaatkan rel kereta api menjadi tempat ngabuburit.

Sejak pukul 15.00 WIB, warga sudah mulai berdatangan untuk ngabuburit di rel tersebut. Nongkrong di atas rel kereta api tentu berbahaya, namun warga tak memedulikannya.

Tak hanya warga setempat, tempat ngabuburit itu juga dinikmati masyarakat dari berbagai kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Susukan dan Kecamatan Arjawinangun.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak sedang menikmati pemadangan sembari duduk di atas rel kereta.

Kegiatan Ramadhan di Masjid Besar Cipaganti, Siapkan Takjil Gratis hingga Bazar Ramadhan

Anak-anak di sana, ada yang sedang berlarian hingga sedang bermain balon.

"Ke sini untuk menghibur anak. Lumayan kan gratis, anak-anak juga senang. Takut sih nggak karena biasa ya dan ini ramai. Asal kita waspada aja dan menjaga anak-anak saat kereta hendak melintas," kata Santi (38) seorang warga saat ditemui di lokasi, Rabu (8/5/2019).

Warga Kaliwedi Cirebon ngabuburit di atas rel kereta api, Rabu (8/5/2019).
Warga Kaliwedi Cirebon ngabuburit di atas rel kereta api, Rabu (8/5/2019). (tribunjabar/siti masithoh)

Selain warga, momen ngabuburit ini dimanfaatkan pedagang untuk menjajakkan mainannya di sekitar perlintasan rel kereta.

WAKTU Buka Puasa, Imsakiyah & Salat 8 Mei 2019 3 Ramadhan di Seluruh Kota, Dilengkapi Doa Buka Puasa

Seorang warga asal Desa Tegalgubug, Suntana (43), datang ke tempat itu untuk sekadar menghibur keluarga dan anaknya untuk melihat kereta yang melintas.

"Tiap tahun ke sini. Anak senang bisa melihat kereta yang melintas. Asal hati-hati saya kira aman," katanya.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved