Kampanye di PAUD di Ciamis, Caleg Termuda dari PKS Dihukum 4 Bulan Penjara

Vonis terhadap caleg muda dari PKS dibacakan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Ciamis dalam sidang di ruang sidang utama PN Ciamis, Rabu (8/5/2019)

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Andri M Dani
Terbukti dengan sengaja berkampanye di lembaga pendidikan, AZN (21) caleg PKS dari Dapil Ciamis 1 divonis 4 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsidier 2 bulan kurungan. Keputusan itu dibuat majelis hakim PN Ciamis dalam sidang di PN Ciamis Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Calon anggota legislatif ( caleg ), AZN (21) , dihukum 4 bulan penjara serta denda Rp 10 juta subsidier 2 bulan kurungan.

Vonis terhadap caleg muda dari PKS dibacakan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Ciamis dalam sidang di ruang sidang utama PN Ciamis, Rabu (8/5/2019) siang.

Majelis hakim menilai caleg PKS nomor urut 9 Dapil Ciamis 1 terbukti melanggar pasal 251 jo pasal 280 ayat (1) huruf (h) UU No 7 tahun 2017 tentang berkampanye di tempat yang dilarang, yakni berkampanye di lembaga pendidikan.

Majelis hakim dalam perkara ini diketuai David Panggabean SH dan hakim anggota, Eka Desi Prasetia SH serta Laudri S SH.

Pada hari Sabtu (16/3/2019), AZN menghadiri bazar dan pertemuan dengan ibu-ibu Posyandu di Kober Mentari yang juga merupakan lokasi layanan posyandu dan  lembaga pedidikan usia dini (PAUD) di Jl Otista Dusun Bunirasa Desa Pawindan Ciamis.

Dari keterangan sejumlah saksi termasuk saksi ahli, pada kesempatan tersebut AZN terbukti berkampanye untuk dirinya, untuk caleg DPRD Jabar dan caleg DPR RI serta capres/cawapres.

Prabowo-Sandi Raih 59,21 Persen Suara di Ciamis, Partisipasi pemilih 80,63 Persen

Seorang Ibu Rumah Tangga yang Juga Pengawas TPS di Ciamis Meninggal, Sakit Setelah Proses Pemilu

Putusan majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum. JPU, dalam sidang sebelumnya, menuntut terdakwa AZN dijatuhi hukuman 6 bulan penjara serta denda Rp 10 juta subsidier 2 bulan kurungan.

Hal yang memberatkan menurut majelis hakim, terdakwa AZN sebagai caleg harus menjadi contoh dalam penegakan hukum sedangkan yang meringangkan, terdakwa AZN masih muda, belum pernah dihukum. Ia pun mengakui dan menyesali perbuatannya.

Atas vonis majelis hakim yang lebih ringan dari tuntutan tersebut, JPU Juliarti SH kepada para wartawan akan membicarakan dulu dengan sentra Gakumdu apakah akan menerima putusan atau banding.

“Kami punya waktu 3 hari untuk memutuskanya,” ujar Juliarti SH.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang penasihat hukum terdakwa, Yadi Riadi  SH.

“Kami masih mikir-mikir, menerima putusan hakim atau mengambil langkah hokum banding atau tidak . Dan juga menunggu sikap dari orangtua AZN,” ujar Yadi Riadi SH kepada Tribun dan wartawan lainnya usai siding Rabu (8/5) siang tersebut.

Setelah Membacakan Pleidoi, Bupati Cirebon Nonaktif Itu Kemudian Cium Tangan Jaksa

Bawaslu Garut Larang Pemasangan Spanduk Kemenangan di Pilpres 2019, Satpol PP Akan Langsung Turunkan

“Kado ulang tahun”

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved