Inflasi di Kota Tasikmalaya Awal Ramadan Ini Dinyatakan BI Masih Terkendali

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menyatakan inflasi di awal Ramadhan tetap terkendali.

Inflasi di Kota Tasikmalaya Awal Ramadan Ini Dinyatakan BI Masih Terkendali
shutterstock
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menyatakan inflasi di awal Ramadhan tetap terkendali.

Secara bulanan inflasi di Kota Tasikmalaya tercatat 0,21% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 0,44% (mtm) dan Provinsi Jawa Barat yang sebesar 0,41% (mtm), serta paling rendah diantara 7 kota perhitungan inflasi di Jawa Barat.

Melalui siaran pers yang diterima Tribun Jabar, Selasa (7/5/2019), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan kenaikan harga terjadi di beberapa bahan makanan.

Inflasi di sejumlah komoditi itu sebesar 1,04% (mtm), sumbangan terbesar dari komoditas bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, bawang putih, dan tomat buah.

"Inflasi pada bahan makanan disebabkan efek seasonal menjelang Ramadhan yang menyebabkan permintaan meningkat, sementara untuk beberapa komoditas pasokannya masih terbatas," kata Heru Saptaji.

Namun kenaikan inflasi, lanjut Heru masih tertahan oleh deflasi pada beras yang telah memasuki musim panen sejak awal April serta penurunan tarif listrik sesuai ketentuan dari PLN untuk pelanggan R-1 900 VA RTM.

"Kedepan akan terjadi inflasi sebagai efek seasonal bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri pada awal Juni 2019, sehingga meningkatkan permintaan konsumen dan harga, terutama pada komoditas pangan dan tarif transportasi," jelasnya.

Perolehan Suara Gerindra dan PPP Balapan di Kota Tasikmalaya, Ini Jumlah Kursi DPRD yang Didapat

Menurut Heru, resiko kenaikan harga bahan pangan yang perlu diwaspadai adalah pada komoditas telur dan daging ayam ras, serta dari makanan jadi seperti nasi dengan lauk dan ayam goreng.

Selain itu, hari raya Idul Fitri yang jatuh pada awal Juni 2019 diperkirakan akan mendorong kenaikan tarif transportasi pada akhir Mei.

"Secara historis, inflasi bulanan saat Ramadhan dan Idul Fitri meningkat dalam kisaran 0,5 – 0,8% selama ini," kata dia.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang Ramadhan dan Idul Ftiri untuk menekan inflasi di bawah 0,5% (mtm), BI melakukan sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari 5 daerah di Priangan Timur.

"Melalui High Level Meeting (HLM) TPID se-Priangan Timur yang mencakup TPID Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar, telah disepakati 12 Aksi Bersama dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri," tutur Heru Saptaji.

Aksi tersebut antara lain adalah penyelenggaraan Operasi Pasar Murah, sidak pasar, dan menghimbau masyarakat mengenai perilaku belanja bijak dan variasi jenis makanan.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved