Bingung Ada Kereta Akan Melintas, Budi Pilih Terjun ke Jurang Sedalam 100 m dari Jembatan Leuwigoong

Kapolsek Leuwigoong, Ipda Iwan Soleh mengatakan, korban merupakan warga Leuwigoong yang terjatuh dari jembatan kereta api.

Bingung Ada Kereta Akan Melintas, Budi Pilih Terjun ke Jurang Sedalam 100 m dari Jembatan Leuwigoong
Dok Basarnas Bandung
Tim Basarnas Kantor SAR Bandung mengevakuasi mayat yang berada di bawah jembatan kereta api di Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, Garut, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sesosok mayat ditemukan di bawah jembatan rel kereta api di Kecamatan Leuwigoong, Garut, Senin (6/5/2019).

Proses evakuasi dilakukan sejak Senin sore dan baru selesai pada Selasa (7/5) pagi.

Kapolsek Leuwigoong, Ipda Iwan Soleh mengatakan, korban merupakan warga Leuwigoong yang terjatuh dari jembatan kereta api.

Korban bernama Budi (55) dan sering menyeberangi jembatan tersebut.

"Korban lagi jalan di jembatan lalu ada kereta melintas. Bingung mau ke mana, akhirnya pilih loncat. Padahal di bawahnya itu Sungai Cimanuk," kata Iwan, Selasa (7/5).

Iwan menyebut, pihaknya sempat kesulitan mengevakuasi korban dari dasar jurang.

Akhirnya kepolisian meminta bantuan dari BPBD Garut dan Basarnas Bandung untuk evakuasi.

"Harus pakai alat. Kalau manual, bahaya juga bagi yang mau mengevakuasinya. Makanya kami minta bantuan SAR," ucapnya.

Mayat itu berada di kedalaman sekitar 100 meter. Evakuasi hanya bisa dilakukan dari jembatan dengan menggunakan alat khusus.

"Kemarin (Senin) siang ditemukan oleh warga, ada mayat di sekitar jembatan kereta api di Desa Sindangsari. Lokasinya tak jauh dari Sungai Cimanuk," ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut, Tubagus Agu Sofyan.

Mayat yang ditemukan itu menggunakan celana panjang warna biru dan kaos warna hitam. Pihaknya dan Polsek Leuwigoong akhirnya meminta bantuan dari Basarnas Bandung untuk mengevakuasi mayat.

"Butuh alat khusus untuk evakuasinya. Kalau manual bisa berbahaya karena harus turun ke tebing," katanya.

Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Johsua Banjarnahor menuturkan, evakuasi mayat tersebut bisa diselesaikan pagi hari. Tim evakuasi sudah sampai di lokasi temu mayat pada Senin malam sekitar pukul 21.20 dan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Hasil koordinasi semalam, proses evakuasi dilakukan pagi hari. Sekitar jam 07.00 mayat sudah bisa diangkat," katanya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved