Rabu, 10 Juni 2026

Amien Rais Berapi-api Ancam People Power, Anak Ulama yang Dukung Prabowo-Sandi Nolak: Ikut Kiai

Ucapan people power Amien Rais itu menimbulkan banyak rekasi dari sejumlah pihak, salah satunya dari para Lora, sebutan untuk putra ulama.

Tayang:
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Theofilus Richard
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/20/2018) malam. 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno, Amien Rais melontarkan kata-kata yang menarik perhatian pada bulan Maret lalu.

Pernyataan berapi-api Amien Rais mengenai Pemilu 2019 disampaikan saat menggelar aksi 313 di kompleks Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (31/3/19).

Dalam orasinya, Amien Rais mengancam akan menggerakkan people power bila terjadi kecurangan di Pemilu 2019.

"Kalau sampai terjadi kecurangan, sifatnya testrukur, sistematis dan masif, ada bukti, itu kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya tapi kita people power. People power sah," ucap Amien Rais, seperti dikutip Tribunnews.com.

Pernyataan Amien Rais soal people power semakin panas.

Terlebih, ia juga menuding adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Bahkan, ia menyebut KPU sebagai wujud makhluk politik buatan pemerintah Jokowi.

Ucapan people power Amien Rais itu menimbulkan banyak reaksi dari sejumlah pihak, salah satunya dari para Lora, sebutan untuk putra ulama.

Sejumlah Lora se-Madura menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Surabaya, Sabtu (4/5/2019).

SEJUMLAH LORA GELAR PERTEMUAN TERTUTUP
SEJUMLAH LORA GELAR PERTEMUAN TERTUTUP (Surya)

Pertemuan itu diinisiasi oleh KH Mahrus Malik, pengasuh pesantren Jrengoan, Sampang.

Para putra ulama itu merupakan pendukung capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai Pilpres 2019.

Para Lora sepakat untuk menjaga perdamaian dan persatuan umat setelah Pilpres 2019.

Amien Rais Jengkel, Makin Curiga Sama KPU Siapkan Kejutan People Power? Pendiri PAN Bilang Ini

Keputusan tersebut dibuat karena kepentingan umat.

"Pada intinya para Lor asepakat bersatu demi kepentingan aswaja, kepentingan umat, kepentingan rakyat dan memperkokoh ukhuwah," kata Gus Ipul usai pertemuan di Surabaya, seperti rilis yang diterima Surya.co.id.

Menurut Gus Ipul perbedaan pendapat politik tidak boleh menjadi faktor yang memecah belah umat.

Karena, sekalipun ulama berbeda pendapat politik, namun pada akhirnya tetap bersatu.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet. (Kompas.com/Tatang Guritno)

Sesuai arahan ulama, para Lora juga bersepakat akan melawan hoaks sekaligus berita provokasi yang memecah belah.

"Kami hanya akan mengikuti gerakan yang direstui dan dikendalikan oleh para kiai," katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Gus Abdurrozaq Sholeh, dari Pesantran Bahrul Ulum, Jombang.

Menurutnya, seluruh santri harus tetap tenang setelah Pilpres 2019 berakhir.

Termasuk tidak mengikuti ancaman gerakan people power yang digagas oleh Amien Rais.

Ia tidak akan mendukung gerakan people power dan hanya mengikuti gerakan yang dikendalikan oleh ulama.

"Saya mengimbau masyarakat tidak perlu ikut gerakan people power yang digagas Amien Rais.

Saya pendukung utama 02 ( Prabowo Subianto- Sandiaga Uno), tapi tidak akan mendukung gerakan itu.

Kami para Gus dan Lora hanya akan ikut gerakan dalam kendali kiai, bukan Amien Rais," kata Gus Abdurrozaq.

Amien Rais Klaim Prabowo Menang Telak di Jatim, Fakta Hari Ini Kalah Telak, di Jateng Lebih Telak

Kejutan Amien Rais

Amien Rais meyakini bahwa pelaksaan Pilpres 2019 diwarnai banyak kecurangan.

Bahkan Amien Rais menilai kecurangan di Pilpres 2019 dilakukan secara masif.

Saking jengkelnya, Amin Rais menyebut KPU sebagai wujud mahluk politik buatan pemerintah Jokowi.

Alasannya, Amien Rais mendapatkan banyak laporan kalau kinerja KPU patut dicurigai melakukan banyak kecurangan.

Amien Rais pun menyiapkan kejutan yang nantinya bakal ditanggul oleh KPU dan pemerintah.

"Jadi saya selalu mendapatkan laporan tidak utuh, tetapi makin lama makin berbahaya, jadi Insya Allah pada saatnya akan ada element of price, kejutan," tegas Amien Rais.

Mantan Ketua Umum DPP PAN dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, dalam Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Gladag, Solo, Minggu (13/1/2019) pagi.
Mantan Ketua Umum DPP PAN dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, dalam Tabligh Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Gladag, Solo, Minggu (13/1/2019) pagi. (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Kejutan apakah itu? Apakah Amien Rais akan mewujudkan ancamannya, melakukan aksi pengerahan massa yang disebutnya sebagai people power.

Aksi people power pernah dilontarkan Amien Rais saat melakukan demo ke KPU.

Amien Rais mengatakan jika KPU melakukan kecurangan, maka dia akan menggalang people power.

Kader PAN Diserukan Tak Ikuti Amien Rais

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyebut, gagasan people power yang diserukan Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tak akan diikuti oleh kader, simpatisan PAN hingga masyarakat.

Bara pun meyakini, seruan gerakan masyarakat untuk menolak hasil Pemilu 2019 tak akan terwujud.

Ia bahkan mengatakan, seruan Amien Rais itu sudah layu sebelum berkembang.

"Saya pikir itu (gagasan people power) sudah layu sebelum berkembang, menurut saya," kata Bara usai diskusi 'No People No Power: Silahturahmi Politik Paska Pemilu' di D'Hotel, Guntur, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Meski begitu, Bara mengakui peran pendiri sekaligus Dewan Kehormatan PAN itu masih memegang pengaruh yang strategis.

Namun, kata Bara, imbauan Amien Rais agar pendukung Prabowo-Sandi bergerak jika terjadi kecurangan Pemilu 2019, tak akan terealisasi.

Sebab, ia melihat fakta bahwa memang tak ada kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu kali ini.

"Sekarang proses konstitusionalnya terus berjalan di KPU. Hitung manual KPU juga konsisten dengan hasil quick count," jelas Bara.

Lebih jauh, ia juga tidak melihat pernyataan Amien soal people power diamini oleh para pendukung Prabowo-Sandi yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN).

"Ketua Umum juga tidak pernah mengeluarkan statement yang mendukung hal tersebut. Sudah tidak ada lagi suara suara seperti itu," ungkap Bara.

KPU Bertubi-tubi Dipukuli, Diminta Copot Jokowi, Kini Disebut Amien Rais Mahluk Buatan Pertahana

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved