Breaking News:

Relawan Warna Ganti Coretan Identik Paham Anarko di Pagar Sekolah dengan Mural yang Ramah Siswa

Sejumlah coretan berbau atau identik dengan paham anarko-sosialime yang ada pagar tembok SLB C Plus Asih Manunggal dihapus dan diganti dengan mural

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Puluhan anak muda yang tergabung dalam Relawan Warna melakukan aksi penghapusan coretan warna hitam dilanjutkan dengan mengecat ulang dan memberikan mural di SLB C Plus Asih Manunggal, Kota Bandung, Sabtu (4/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah coretan berbau atau identik dengan paham anarko-sosialime yang ada pagar tembok Sekolah Luar Biasa (SLB) C Plus Yayasan Pendidikan Luar Biasa Asih Manunggal mulai dihapus dan diganti dengan gambar mural yang ramah siswa.

Seperti diketahui sekolah SLB C Plus yang berlokasi di Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung tersebut pagar dindingnya menjadi sasaran aksi corat-coret yang diduga dilakukan oleh oknum dari kelompok massa berpakaian hitam-hitam yang sempat membuat gaduh padaperingatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2019.

Kini, Sabtu (4/5/2019) pagi, puluhan anak muda mengatasnamakan Relawan Warna melakukan aksi penghapusan coretan-coretan tersebut dan melakukan pengecatan ulang sekaligus menambahkan karya seni berupa mural.

Salah seorang Guru SLB C Plus Asih Manunggal, Endah, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Relawan Warna yang ikhlas membantu membersihkan coretan di lingkungan sekolah tersebut.

"Kami sangat berterima kasih sekali karena atas bantuan mereka sekolah kami jadi kelihatan bagus lagi," ujar Endah kepada Tribun Jabar di lokasi, Sabtu (4/5/2019).

Menang 3-2 atas Borneo FC, Persib Bandung Tersingkir dari Piala Indonesia, Ada Drama 10 Menit

Pagar tembok SLB C Plus yang memiliki panjang kurang lebih 30 meter tersebut, sebelumnya menjadi sasaran coretan yang di antaranya berupa tulisan Awas Intel, huruf A, dan ACAB.

Endah mengaku ketika masih banyak coretan di tembok sekolahnya itu, para murid yang memiliki kebutuhan khusus itu atau tuna grahita banyak yang trauma dan beberapa murid enggan masuk sekolah.

"Soalnya murid disini ada yang ketakutan kemarin pas masuk sekolah, lihat banyak coretan langsung nangis mau pulang," ujarnya.

Endah menjelaskan sekolahnya itu baru saja selesai di cat, namun adanya aksi kemarin sangat menyayangkan.

"Hari pertama masuk sekolah hanya 20 orang, hari kedua cuma yang masuk 35 orang, pasca hari libur buruh kemarin," ujarnya.

Endah mengaku sangat berterimakasih ada relawan yang bisa membantu sekolahnya itu dan berharap kedepannya tidak ada kejadian seperti kemarin.

Puluhan anak muda yang tergabung dalam Relawan Warna melakukan aksi penghapusan coretan warna hitam dilanjutkan dengan mengecat ulang dan memberikan mural di SLB C Plus Asih Manunggal, Kota Bandung, Sabtu (4/5/2019).
Puluhan anak muda yang tergabung dalam Relawan Warna melakukan aksi penghapusan coretan warna hitam dilanjutkan dengan mengecat ulang dan memberikan mural di SLB C Plus Asih Manunggal, Kota Bandung, Sabtu (4/5/2019). (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Sementara itu, Koordinator Relawan Warna, Irvin mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk membantu sekolah yang terkena aksi corat-coret dari orang yang tidak bertanggung jawab.

"Aksi ini terjadi karena banyaknya teman-teman yang berminat membantu untuk mengecat dan mural di sekolah yang dicorat-coret. Lalu saya posting di instastory untuk mengundang teman lain menjadi relawan," ujar Irfin disela sela aksi pengecatan tembok sekolah tersebut, Sabtu (4/5/2019).

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved