Kabar Terkini Massa Berbaju Hitam yang Menamakan Dirinya Anarko, Berpotensi Bentrok dengan Buruh

Adapun dari 619 orang itu dipulangkan karena polisi tidak menemukan alat bukti terkait perusakan barang milik warga maupun fasilitas umum

Kabar Terkini Massa Berbaju Hitam yang Menamakan Dirinya Anarko, Berpotensi Bentrok dengan Buruh
Kolase Tribun Jabar (Tribunnews/Tribun Jabar)
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membongkar soal kelompok Anarko Sindikalisme, diduga yang buat kerusuhan di Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - ‎Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema memastikan ratusan anggota kelompok anarko sindikalis yang diamankan‎ pada Rabu (1/5) sudah dipulangkan.

"Kemarin mereka dibawa dulu ke Mako Brimob Polda Jabar agar pemeriksaan mereka lebih nyaman. Tapi mayoritas dari mereka sudah dipulan‎gkan," ujar Irman di Jalan Jawa, Kamis (1/5).

Hanya saja, kata dia, ada beberapa orang dari kelompok itu yang belum dipulangkan‎ karena alasan proses hukum pada ketiganya karena terkait laporan perusakan barang.

"Ada tiga orang yang masih diperiksa oleh kami terkait pelaporan perusakan kendaraan bermotor milik pengendara ojeg online," ujar Irman.

Adapun dari 619 orang itu dipulangkan karena polisi tidak menemukan alat bukti terkait perusakan barang milik warga maupun fasilitas umum di wilayah Unpad hingga Gedung Sate.

"Dipulangkan karena tidak ada alat bukti. Tapi kami data identitas mereka. Dari 3 orang yang masih diperiksa, dua orang di antaranya masih mahasiswa dan satu pelajar masih di bawah umur," ujar Irmanm

Irman belum menemukan motif pasti dibalik gerakan mereka yang mengklaim ingin turut merayakan May Day.

Hanya saja, ia sepakat dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mereka berasal dari kelompok anarko.

"Mereka kelompok anarko. Motifnya masih didalami. Itu jadi masukan untuk kami untuk lebih lanjut mendalami peran mereka," katanya.

Kapolrestabes Bandung membantah pihaknya melarang massa untuk merayakan hari buruh atau melarang kebebasan berpendapat.

Tindakan terhadap kelompok anarko sindikalism ini memiliki dasar.

"Polri menghormati kebebasan berpendapat di muka umum. Tapi penyampaiannya ada aturannya, kemarin kami lakukan langkah preventif pada kelompok tersebut karena ada indikasi merusak dan berpotensi melahirkan konflik dengan kelompok buruh sehingga harus dipisahkan," ujar Irman.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved