Harga Daging Ayam Diprediksi Terus Naik Hingga H-1 Ramadan atau Munggahan

Harga daging ayam diprediksi terus naik hingga H-1 Ramadan atau saat munggahan.

Harga Daging Ayam Diprediksi Terus Naik Hingga H-1 Ramadan atau Munggahan
hilman kamaludin/tribun jabar
Penjual daging ayam di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pedagang di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi memprediksi puncak kenaikan harga daging ayam akan terjadi pada H-1 Ramadan atau biasa disebut saat munggahan.

Pedagang daging ayam di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi, Nunung Nursya'adah (48) mengatakan, sebetulnya harga daging ayam sudah merangkak naik sejak satu bulan yang lalu.

"Hingga mendekati bulan puasa ini, harganya terus merangkak naik dan diprediksi puncak kenaiknnya pada H-1 atau munggahan," ujarnya saat ditemui di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi, Jumat (3/5/2019).

Ia mengatakan, awalnya harga daging ayam Rp 33 ribu per kilogram dan hingga saat ini harganya sudah mencapai Rp 37 ribu per kilogram, sehingga pada H-1 puasa harganya diprediksi naik hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam tersebut terbilang hal yang wajar karena biasanya permintaan kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa kerap mengalami peningkatan.

"Kalau stok barang banyak, sehingga jumlah daging ayam yang saya jual biasanya akan bertambah, apalagi mendekati munggahan," katanya.

Ia mengatakan, biasanya pedagang, termasuk dirinya, hanya menyediakan 1 hingga 1,5 kuintal daging ayam per hari, tapi menjelang Ramadan ini ia harus menyediakan hingga 3 kuintal per hari.

Ia menambahkan, meningkatnya penjualan daging ayam tidak selalu menjadikan keuntungan lebih bagi pedagang.

"Kalau hari biasa saya bisa mendapat keuntungan Rp 1.500 dari setiap 1 kilogram, tapi kalau kondisi sekarang hanya bisa mengambil keuntungan bersih Rp 600 dari setiap kilogram ayam yang dijual," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan kondisi seperti itu memang pendapatan kotornya bisa lebih besar dari hari bisa, tapi labanya hanya sedikit.

"Pendapatan kotor bisa sampai Rp 5,5 juta, tapi keuntungan bersihnya justru lebih sedikit," kata Nunung.

Belum Pernah Ditemukan Daging Oplosan dan Ayam Tiren, Dispangtan Cimahi Tetap Cek ke Pasar

Harga Ayam Merangkak Naik, Pembeli dan Pedagang Diminta Waspada Ayam Tiren

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved