Emak-emak Gelar Aksi Anti Pemilu Curang di Depan Gedung Sate Bandung

Puluhan perempuan atau emak-emak yang menamakan dirinya "Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang" melakukan aksi demonstrasi di Kota Bandung.

Emak-emak Gelar Aksi Anti Pemilu Curang di Depan Gedung Sate Bandung
Tribun Jabar/Ery Candra
Emak-emak gelar aksi anti pemilu curang, dimulai dari Monumen Perjuangan hingga Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (3/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Puluhan perempuan atau emak-emak yang menamakan dirinya "Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang" melakukan aksi demonstrasi di Kota Bandung.

Dari pengamatan Tribun Jabar, emak-emak memulai aksi dari titik kumpul di Monumen Perjuangan. Di antara mereka, ada segelintir pria.

Sebelum aksi dibuka emak-emak tersebut menyanyikan lagu berjudul Indonesia Raya, Padamu Negeri, hingga Maju Tak Gentar. Lantas, mereka berjalan kaki menuju Gedung Sate.

Berbagai spanduk berbagai ukuran pun mereka bentangkan di antaranya bertulis "Aksi Keprihatinan Gerakan Rakyat Anti Pemilu Curang" dan "Pemilu Kardus Membunuh 477 Orang".

Perwakilan emak-emak, Indri Hamzah, dalam orasinya menyampaikan aksi yang mereka gelar merupakan bentuk keprihatinan atas proses Pemilu 2019.

Nurul Arifin Diprediksi Lolos Jadi Anggota DPR, Emak-emak di Bandung Ingatkan Wujudkan Janjinya

Video Viral Emak-emak Kolot Milenial Bikin Heboh Netizen, Nge- Dance sambil Nge- Rap

"Emak-emak semangat terus. Tidak boleh berdiam diri. Kami terus berjuang seraya berdoa. Biarkan takdir dan doa bertarung di langit," ujar Indri di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (3/5/2019).

Hal serupa disampaikan oleh Koordinator Lapangan aksi, Ida Nuraida menuturkan aksi keprihatinan menyoroti terhadap pemilu yang kini curang. Semestinya pemilu bisa berjalan dengan adil dan jujur.

"Ini menjadi sebuah kejahatan yang dilakukan oleh para penyelenggara. Kami menyerukan kepada emak-amak di seluruh Indonesia. Bukan hanya di Jawa Barat," katanya.

Pihaknya berharap agar suara terhadap aspirasi dari mereka bisa didengar oleh para penyelenggara pemilu dan pengambil kebijakan.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved