Untuk Layani Pasien BPJS, RSUD Cikalongwetan Lakukan Akreditasi - Kepala RSUD: Kami Ingin Paripurna

RSUD Cikalongwetan menggelar deklarasi, gebyar, dan penandatanganan komitmen bersama akreditasi, Kamis (2/5), dihadiri Bupati Bandung Barat, Aa Umbara

Untuk Layani Pasien BPJS, RSUD Cikalongwetan Lakukan Akreditasi - Kepala RSUD: Kami Ingin Paripurna
ISTIMEWA
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CIKALONGWETAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan menggelar deklarasi, gebyar, dan penandatanganan komitmen bersama akreditasi, Kamis (2/5/2019), dihadiri Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Kegiatan ini menurut Kepala RSUD Cikalongwetan, dr Ridwan Abdullah Putra sebagai bagian dari pengakreditasian dalam hal kerjasama terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS). Ridwan mengaku pihaknya telah mempersiapkan segala bentuk persyaratan mulai dengan mengumpulkan sejumlah dokumen dan menyelenggarakan workshop bimbingan dari tim RSHS Bandung.

"Nanti pada 6 hingga 8 Mei akan ada survei simulasi praakreditasi dengan hadir tiga orang surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) nasional," katanya di RSUD Cikalongwetan, Kamis (2/5/2019).

Adapun untuk penyelenggaraan ujiannya guna memastikan lulus atau tidaknya, Ridwan menyebut akan dilaksanakan pada 26 sampai 28 Mei untuk memastikan apakah pratama, madya, utama, atau paripurna.

"Kami akreditasi ini menjadi yang perdana. Jadi, dengan segala keterbatasan SDM dan sarana prasarana ini kami bertekad mencapai tingkat yang paripurna," ujarnya.

ASN Pemkab Bandung Barat Wajib Sahur Bersama Saban Hari Jumat Saat Ramadan, di Sini Tempatnya

Ketika disinggung terkait jumlah pasien BPJS yang mendaftar ke RSUD Cikalongwetan, Ridwan mengatakan terjadi peningkatan sebesar 300 persen sejak Oktober 2018, sedangkan jumlah pasiennya selalu tentatif.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara berharap ketika RSUD Cikalongwetan telah terakreditasi ke depannya dapat memberikan pelayanan BPJS kepada warga masyarakat khususnya KBB dengan baik.

"RSUD Cikalongwetan ini kan yang datangnya bukan hanya dari KBB, tapi dari Cianjur dan Purwakarta juga. Jadi, saya harap nanti pihak rumah sakit dapat memberikan pelayanan terbaik ketika sudah dapat akreditasi," ujarnya.

Di samping itu, Aa juga menyoroti masih banyak fasilitas yang kurang dan itu dapat dilengkapi sedikit demi sedikit. RSUD Cikalongwetan ini, kata Aa menjadi RSUD terbaik dibandingkan RSUD Cililin dan Lembang.

"Paling strategis RSUD Cikalongwetan ini dibanding lainnya karena mencakup beberapa kabupaten dan semoga dapat lebih dimaksimalkan kembali," ucap dia.

Kesempatan sama, Kepala Dinkes KBB, Hernawan mengungkapkan tahun ini seluruh RSUD di Bandung Barat mesti sudah terakreditasi, agar nanti setiap tiga tahun sekali dilakukan akreditasi ulang. Ada sebanyak 16 poin indikator yang menjadi penilaian dalam akreditasi ini, mulai keamanan, mutu, hingga manajemen internal RSUD.

"RSUD Cililin tinggal menunggu hasilnya karena bulan kemarin sudah ada penilaian. Dan di RSUD Cikalongwetan juga Lembang masih tahap survei. Jadi hasil bisa ditunggu selama sebulan," katanya seraya menyebut pendanaan untuk melakukan akreditasi ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 600 juta. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved