Pernyataan Pelaku yang Ikut Berpakaian Serba Hitam di Hari Buruh, Berawal dari Ajakan di Medsos

Massa berpakaian hitam-hitam yang sempat dihalau polisi di kawasan Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung pada peringatan hari buruh‎, Rabu (1/5/2019)

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Massa pemuda berpakaian hitam-hitam yang sempat dihalau polisi di kawasan Unpad, Jalan Dipati Ukur Kota Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, saat berada di Mapolrestabes Bandung, Rabu (1/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Massa berpakaian hitam-hitam yang sempat dihalau polisi di kawasan Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung pada peringatan hari buruh‎, Rabu (1/5/2019) umumnya mengaku hanya mengikuti ajakan untuk memperingati hari buruh.

"Saya lihat di media sosial, ada ajakan untuk memperingati hari buruh di Gedung Sate. Berkumpul di Taman Cikapayang," ujar Andri Septiana (18), pemuda asal Ciroyom saat diinterogasi polisi di halaman Mapolrestabes Bandung.

Ia bersama ratusan pemuda lainnya diamankan polisi dan dikumpulkan di Mapolrestabes Bandung sejak siang tadi. Rambut mereka dipotong hingga botak. Usai maghrib,‎ mereka dibawa ke Mako Brimob, Cikeruh, Kabupaten Sumedang.

Andri mengatakan sengaja datang hanya ingin berkumpul saja kemudian berjalan kaki ke Gedung Sate untuk bergabung dengan serikat pekerja yang memperingati May Day. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam saat berkumpul.

"Ajakan di media sosialnya mengenakan dress code warna hitam, saya enggak tahu maksudnya apa. Tapi ajakannya memang untuk memperingati May Day," ujar dia.

‎Hal senada dikatakan Kiki Hidayah, warga Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. Ia juga mengikuti ajakan sebuah konten di media sosial untuk memperingati May Day di Gedung Sate.

"Kalau saya kumpulnya di Monumen Juang, pake pakaian warna merah. ‎Tujuannya ya ikutan hari buruh, kan sekarang tanggal merah. Jadi sama-sama ikut merayakan hari buruh," ujar Kiki.

Digunduli oleh polisi
Digunduli oleh polisi (Tribunjabar/Mega Nugraha)

Kisah Dua Mahasiswa Unjani Pencipta Baterai dari Tomat Busuk yang Diganjar Juara dan Bebas Skripsi

Pantauan Tribun, massa membawa cat semprot serta bendera warna hitam serta ada logo huruf A dalam lingkaran. Banyak di antara mereka yang membawa cat semprot.

Cat semprot itu yang mereka gunakan untuk mencoreti dinding dan fasilitas umum. Mereka juga membawa kertas tebal yang sudah dipotong‎-potong dengan tulisan memprovokasi polisi.

Halaman
12
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved