Korban Tewas Penembakan di Dua Masjid Selandia Baru Bertambah Jadi 51 Orang

Korban tewas tragedi penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu dilaporkan bertambah menjadi 51 orang.

Korban Tewas Penembakan di Dua Masjid Selandia Baru Bertambah Jadi 51 Orang
ABC Australia/MARTY MELVILLE
Umat Muslim Selandia Baru melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor, salah satu lokasi yang menjadi korban serangan teroris di kota Christchurch, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, ANKARA - Korban tewas tragedi penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu dilaporkan bertambah menjadi 51 orang.

Angka itu bertambah setelah seorang warga Turki meninggal ketika menjalani perawatan di rumah sakit, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

"Dengan sangat sedih, saya harus menyampaikan bahwa kami kehilangan satu warga kami, Zekeriya Tuyan, yang kritis saat serangan di Christchurch," terang Cavusoglu dikutip dari Kompas.com yang melansir Reuters Kamis (2/5/2019).

Kepada kantor berita Anadolu, saudara Tuyan mengatakan Tuyan menjalani operasi pada Kamis waktu setempat.

Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

"Hari ini dia dioperasi. Namun pendarahannya terlalu banyak sehingga nyawanya tak tertolong. Kami bersyukur karena setidaknya dia sudah berjuang selama 50 hari,' kata Yahya Tuyan.

Pelaku Teror Selandia Baru Brenton Tarrant Dipuji Pelaku Penembakan Sinagoge Yahudi di AS

Ketua Masjid Terbesar Selandia Baru Menduga Mossad Dalang Penembakan, Dubes Israel Langsung Mengecam

Tragedi itu terjadi pada 15 Maret lalu saat berlangsung Shalat Jumat.

Teroris asal Australia bersenjata otomatis kemudian menyerang Masjid Al Noor dan Linwood.

Aksi teroris supremasi kulit putih itu dilaporkan membunuh 50 jemaah dengan dia menyebarkan secara langsung kekejamannya di media sosial Facebook.

Si pelaku yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant itu dilaporkan kini berada di penjara dengan pengamanan ketat di Auckland, dan menjalani tes kejiwaan.

Berada di Penjara, Pelaku Teror Penembakan di Masjid Selandia Baru Mengeluhkan Ini

Pasca-targedi Penembakan, Intelijen Selandia Baru Sudah Boleh Lakukan Kegiatan yang Mengganggu

Perdana Menteri Jacinda Ardern menuai simpati ketika dalam konferensi pers sesuai serangan, dia mengutuk teroris itu dan memberikan simpati kepada korban.

Selain itu, dia juga bergerak cepat dengan melarang seluruh senjata bergaya militer maupun semi-otomatis seperti yang dipakai si teroris untuk dijual bebas di negaranya.

Wellington juga melarang adanya upaya untuk mengunduh manifesto yang ditulis teroris tersebut pasca-serangan dan video aksinya ketika menyerang masjid.

Selain itu, asosiasi media Selandia Baru juga telah berjanji tidak akan membiarkan teroris itu menjadikan mereka sebagai alat propaganda selama disidang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Tewas Penembakan Masjid di Selandia Baru Bertambah Jadi 51 Orang"

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved