Ijtima Ulama III Minta Jokowi-Maruf Mundur Karena Diduga Curang, Dedi Mulyadi Minta Tak Ditanggapi

Hal ini pun menimbulkan reaksi beragam, satu di antaranya dari Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ijtima Ulama III Minta Jokowi-Maruf Mundur Karena Diduga Curang, Dedi Mulyadi Minta Tak Ditanggapi
Kolase Tribun Jabar dan Tribunnews.com
Kolase Dedi Mulyadi dan Ijtima Ulama III 

TRIBUNJABAR.ID - Hasil Ijtima Ulama III yang diumumkan melalui konferensi pers di Hotel Lorin, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/5/2019), meminta paslon capres-cawapres nomor 01, Jokowi-Maruf Amin didiskualifikasi dari Pilpre 2019.

Hal ini menimbulkan pro kontra untuk beberapa pihak.

Hal ini pun menimbulkan reaksi beragam, satu di antaranya dari Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi meminta semua pihak tidak ikut menanggapi manuver yang dilakukan kubu Prabowo-Sandiaga Uno, termasuk soal Ijtima Ulama.

Diberitakan sebelumnya, salah satu Pakar Hukum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III, Munarman menjelaskan bahwa pertemuan di Hotel Lorin bersama para ulama salah satunya adalah mengarah kepada upaya menempuh melalui saluran hukum sesuai mekanisme hukum UU Pemilu Tahun 2017.

Tim Sukses 01 dan 02 Kembali Berdebat, Najwa Shihab: Ijtima Ulama atau BPN Prabowo-Sandiaga?

Sebab, pihaknya menilai bahwa ada dugaan pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan masif (STM) yang dilakukan oleh pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pelanggaran secara TSM ini akan diadukan kepada Bawaslu kemudian, dilakukan pemutusan, dan dieksekusi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga terlapor akan diberi sanksi.

"Paslon yang melaksanakan itu, yang melakukan kecurangan itu akan terkena sanksi, menurut ayat 4 dan ayat 5 adalah diskualifikasi. Pembatalan calon dalam bahasa UU-nya. Itu sanksi yang terberat," kata Munarman dalam jumpa pers di Hotel Lorin, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/5/2019).

Apabila nanti mekanisme hukum ini berjalan, kata dia, secara UU ada pembatalan pasangan calon, maka tentu saja karena hanya ada dua calon maka calon yang satunya dinyatakan sebagai pemenang.

Prabowo-Sandiaga Uno Menang Telak di Garut Meski Belum Capai Target Pilpres 2019

Konferensi pers jelang pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh III di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019)
Konferensi pers jelang pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh III di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019) (Tribunnews.com/Rizal Bomantama)

Ia mengaku bahwa pihaknya juga sudah mengantongi bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran yang dinilai sistematis, terstruktur dan masif tersebut.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved