3 Tahun Lahannya Dijadikan TPS Liar, Pemilik Lahan Protes dan Berniat Lapor Polisi

Selama tiga tahun, tanah milik warga di RW 09, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

3 Tahun Lahannya Dijadikan TPS Liar, Pemilik Lahan Protes dan Berniat Lapor Polisi
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Selama tiga tahun tanah milik Lidia, di RW 9, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PARONGPONG - Selama tiga tahun, tanah milik warga di RW 09, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Tetapi, pemilik tanah tersebut tak pernah diminta persetujuan atau komunikasi untuk dijadikan TPS, sehingga pemilik lahan pun merasa dirugikan.

Pemilik lahan, Lidia, mengaku tak pernah ada permintaan izin atau komunikasi, sehingga dirinya merasa terkejut ketika lahannya menjadi lautan sampah.

"Kalau melihat sampahnya saya menduga sudah terjadi selama tiga tahun lebih ini. Padahal, tanah ini sempat saya buat pagar dan tanami pohon pisang, tapi belum juga panen semua pohonnya rusak oleh sampan dan barangkal," ujarnya di Parongpong, Kamis (2/5/2019).

Selama tiga tahun tanah milik Lidia, di RW 9, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.
Selama tiga tahun tanah milik Lidia, di RW 9, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal. (Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama)

Sampah Berserakan di Jalan Diponegoro Bandung Pasca Peringatan May Day

Dia khawatir jika hal ini terus terjadi maka akan berdampak longsor, karena di bagian belakang ada tebing dan sungai.

Lidia juga mengaku sudah melapor ke aparat desa, namun warga terlihat tidak mempedulikan meski sudah ditegur perangkat desa..

"Kalau oleh aparat desa tak digubris, sepertinya saya akan lapor polisi, karena merasa dirugikan di mana tanah saya jadi tempat pembuangan sampah yang saya tidak pernah mengizinkan," ujarnya.

Masalah ini pun sudah dibahas di Kantor Desa Sariwangi, pada Senin (29/4/2019).

Berdasarkan pantauan dan informasi di lokasi, bahwa lahan ini dijaga oleh Mumuh dan Endang warga RW 09, Desa Sariwangi, yang mendapatkan bayaran Rp 50.000 per hari.

Selama tiga tahun tanah milik Lidia, di RW 9, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.
Selama tiga tahun tanah milik Lidia, di RW 9, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat menjadi tempat pembuangan sampah ilegal. (Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama)

Sementara itu, seorang warga kompleks yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembuangan sampah, Beni (40), mengaku setelah tempat itu jadi TPS sering tercium aroma tidak sedap.

Belum lagi ancaman banjir dan longsor karena jumlah sampah bertambah setiap hari.

"Ini kan wilayah pemukiman jadi tidak cocok ada TPS, karena kalau hujan jadi ada bau sampah yang tercium dan sungai di belakangnya bisa tertutup sehingga berpotensi banjir," kata dia.

Larangan Buang Sampah Sembarangan yang Bernada Ancaman Tak Ubah Prilaku Warga Sekitar Sungai Citarik

TPS Liar di Jalan Citarik Baru Bahayakan Pengendara Kendaraan Bermotor

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved