Hari Buruh

Polisi Lakukan Kekerasan Kepada Wartawan Peliput Hari Buruh di Bandung, Ini Penjelasan Tim Prabu

Dua wartawan di Bandung mengalami kekerasan oleh oknum polisi saat meliput Hari Buruh. Tim Prabu Polrestabes Bandung menyanggah.

Polisi Lakukan Kekerasan Kepada Wartawan Peliput Hari Buruh di Bandung, Ini Penjelasan Tim Prabu
Tribunjabar.id/Daniel Andreand Damanik
Ipda Suyanto (berdiri) saat sedang memberikan klarifikasi terkait informasi yang viral terkait Tim Prabu Polrestabes Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ipda Suyanto, Katim 3 Prabu Polrestabes Bandung mengklarifikasi tentang informasi yang beredar terkait kekerasan terhadap wartawan saat peringatan May Day (Hari Buruh), Rabu (01/5/2019) di Bandung.

Rilis yang bertuliskan AJI Bandung beredar khususnya di kalangan wartawan.

Dalam rilis tersebut dituliskan tentang kronologis dugaan kekerasan terhadap wartawan saat melakukan peliputan sewaktu anggota Polisi mengamankan ratusan kelompok yang berpakaian hitam di hari peringatan Hari Buruh.

"Saya klarifikasi dan memberikan keterangan secara sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya tentang informasi yang sudah viral. Saya membantu rekan media yang kameranya diambil. Dia bilang, komandan, kamera saya diambil. Mendengar itu dari rekan media, saya katakan, kembalikan kameranya," kata Suyanto.

Hal tersebut dilakukan Suyanto secara spontan karena mengenal awak media tersebut dan awak media tersebut mengenal dirinya meskipun tidak mengetahui nama, hanya mengenal wajah.

Pada Hari Buruh di Kota Bandung, Massa Berbaju Hitam-hitam Bawa Cat Semprot dan Bikin Gaduh

Setelah spontan meminta agar kamera wartawan dikembalikan, Suyanto kembali bertanya kepada awak media tersebut terkait kondisi kameranya.

"Saya tanya kepada rekan media tersebut, aman kameramu? Dia menjawab, aman komandan. Setelah itu saya dan tim 3 Prabu langsung melanjutkan melakukan pengamana di Jl Dipatiukur," kata Suyanto.

Tangkapan layar video viral sekelompok orang berlarian
Tangkapan layar video viral sekelompok orang berlarian (Istimewa)

Itu alasannya, awak media tersebut langsung memanggil Suyanto di lokasi kejadian. Hal tersebut dikatakan oleh Suyanto sebagai bentuk bahwa dirinya secara pribadi dan tim Prabu memiliki kedekatan terhadap wartawan.

Terkait viralnya sepeda motor dengan nomor polisi D 5001 TBS, Suyanto menegaskan bahwa kejadian perampasan kamera dan kekerasan terhadap wartawan, tidak dilakukan oleh Tim Prabu khususnya Tim 3 yang dipimpinnya.

AJI Rilis Kronologi Kekerasan yang Menimpa Wartawan saat Liput Buruh, Kamera Direbut, Kaki Diinjak

"Saya menjamin, bahwa kami tidak melakukan tindakan represif, apalagi ke rekan-rekan media.Kami punya SOP, rekan media juga tahu tentang kami. Kami juga meminta agar disinkronkan kepada awak media tersebut," kata Suyanto.

Informasi yang diperoleh Wartawan di sekitar Monju Jabar, bahwa Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema sedang menuju RS Borromeus untuk melihat awak media yang mengalami cidera saat peliputan.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved