LBH Bandung Kecam Polisi Atas Penangkapan hingga Tindakan Menggunduli Massa Berbaju Hitam-hitam

LBH Bandung mengecam aparat keamanan yang belum memberikan akses pendampingan hukum bagi sekelompok massa berbaju hitam-hitam yang kini ditahan Polisi

LBH Bandung Kecam Polisi Atas Penangkapan hingga Tindakan Menggunduli Massa Berbaju Hitam-hitam
Tribun Jabar/Ery Chandra
Direktur LBH Bandung, Willy Hanafi seusai memberikan keterangan pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung di Kaka Kafe, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019), malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Bandung mengecam aparat keamanan yang belum memberikan akses pendampingan hukum bagi sekelompok massa berbaju hitam-hitam yang kini ditahan oleh Polisi.

Direktur LBH Bandung, Willy Hanafi mengatakan telah memonitoring mengenai jalannya aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung.

Menurutnya, penangkapan yang dilakukan oleh Polisi dan tentara merupakan tindakan yang sewenang-wenang.

"Penangkapan dilakukan secara random. Siapa pun yang berpakaian hitam. Penghukuman tanpa proses pengadilan," ujar Willy saat ditemui di Kaka Kafe, Jalan Sultan Tirtayasa, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019), malam.

Willy menuturkan bahkan pada siang hari mereka ditangkap dan ditelanjangi di ruang publik, kawasan Monumen Perjuangan.

Massa Berpakaian Hitam-hitam yang Bikin Gaduh Kota Bandung Akhirnya Digunduli oleh Polisi

Tak hanya itu, pada saat dibawa ke Polrestabes Bandung mereka digunduli rambutnya, hingga dicat menggunakan pilok ditubuhnya. Padahal belum diketahui kesalahannya.

"Menurut Undang-undang Nomor 39/1999 tentang hak asasi manusia, sampai peraturan Kapolri 2012 tentang penanganan massa aksi, tidak ada satu pun menyebutkan Polisi bisa menangkap tanpa fakta yang jelas. Lalu melakukan sesuka-sukanya," katanya.

Pihaknya menyampaikan hal itu merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

LBH Bandung mengutuk keras terhadap tindakan itu.

Pengakuan Pelaku, Kumpul via Medsos Pakai Dress Code Hitam, Bawa Bendera Logo Huruf A Dilingkari

Semestinya, Kapolrestabes Bandung dan Dandim 0618/BS patut bertanggung jawab terhadap hal tersebut.

"Terlebih malam ini mereka dibawa ke Mako Brimob di Jatinangor. Dengan alasan yang tak jelas. Surat penangkapan tidak ada," ujarnya.

Menurut Willy, dalam konteks acara pidana ketika seseorang dituduh harus terdapat surat penangkapan.

"Hingga kini tidak ada kejelasan pada mayoritas pelajar yang ditangkap itu," katanya.

Ratusan Orang Berpakaian Hitam-hitam di Bandung Itu Akhirnya Dibawa ke Mako Brimob, Siapa Mereka?

Penulis: Ery Chandra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved