Gara-gara Insiden Kapal Vietnam Tabrak Kapal Patroli Indonesia, Perang Komentar Terjadi di Medsos

Insiden Kapal Pengawas Perikanan Vietnam vs KRI Tjiptadi-381 menambah daftar catatan insiden yang terjadi antara kapal Vietnam dengan KRI atau Kapal R

Gara-gara Insiden Kapal Vietnam Tabrak Kapal Patroli Indonesia, Perang Komentar Terjadi di Medsos
Dok. Dinas Penerangan Koarmada I
KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing di wilayah Perairan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) Indonesia pada Jumat (8/3/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tjiptadi-381 ditabrak Coast Guard Vietnam di Laut Natuna Utara, Sabtu, 27 April 2019 lalu.

Insiden tersebut bermula saat aparat TNI AL menangkap kapal penangkap ikan milik Vietnam. Kapal penangkap ikan ilegal tersebut masuk di perairan Indonesia.

Coast Guard atau kapal penjaga laut Vietnam yang tidak terima berusaha memprovokasi dengan menabrak kapal mereka ke lambung kapal Tjiptadi-381 milik TNI AL.

Kejadian ini berbuntut panjang, setelah video kejadian itu viral. Pemerintah RI melayangkan protes kepada pemerintah Vietnam.

Tak hanya pemerintah, netizen kedua negara pun terlibat "konfrontasi" di media sosial.

Awalnya beredar video yang diunggah akun YouTube milik seorang YouTuber Vietnam, Nguyen Minh Tue.

Dalam video yang diunggah pada 28 April 2019 itu, terdapat keterangan yang berbanding terbalik dengan apa yang beredar di indonesia.

"Seperti biasa, orang-orang Indonesia memainkan trik kotor dengan menyelinap ke perairan Vietnam, kemudian menangkap nelayan kami dan menarik mereka ke perairannya untuk ditangkap.

Kali ini, dua kapal KN-213 dan KN-264 datang untuk menyelamatkan kapal-kapal penangkap ikan kami, kapal KN-213 mengambil tindakan langsung dan bertabrakan, menuntut agar kapal Indonesia jauh dan meninggalkan perairan Vietnam.

Pada akhirnya Anda dapat mendengar pelaut di atas kapal Indonesia memberi tahu mereka bahwa mereka akan kembali ke laut Indonesia, dan meminta kapal kami untuk tidak mengikuti.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved