Enggartiasto Lukita Bantah Beri Duit ke Bowo Sidik Pangarso: Dia dari Golkar, Saya dari Nasdem

"Apa urusannya saya ngasih duit. Saya yakin betul enggak ada. Dia ( Bowo Sidik ) dari Golkar, saya dari Nasdem," kata kata Enggartiasto Lukita

theofilus richard/tribun jabar
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menjawab pertanyaan wartawan di Pasar Cihapit, Bandung, Rabu (28/6/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Meski sedang berada di Istana Kepresiden, Senin (29/4/2019), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku mengetahui aksi petugas KPK yang menggedah ruang kerjanya.

Saat itu, Enggartiasto Lukita belum mengetahui barang atau dokumen apa saja yang dibawa penyidik KPK dari ruang kerjanya.

Politikus Partai NasDem itu membantah terlibat dalam pemberian gratifikasi terkait perizinan dengan tersangka Bowo Sidik Pangarso.

Dia berdalih bahwa ia berbeda partai politiknya dengan Bowo Sidik.

"Apa urusannya saya ngasih duit. Saya yakin betul enggak ada (tidak memberikan uang). Dia ( Bowo Sidik ) dari Golkar, saya dari Nasdem," kata Enggartiasto Lukita di kompleks Istana Kepresidenan,Senin (29/4/2019).

Misalkan pemberian uang ke Bowo Sidik Pangarso tersebut terkait izin, kata Enggartiasto Lukita, seharusnya dia yang menerima uang bukan justru memberikan uang.

Selain Ruang Enggartiasto Lukita, Ruang Biro Hukum dan Staf Kemendag juga Digeledah KPK

Jawaban KPK Saat Ditanya Apakah Menteri Perdagangan Akan Diperiksa Setelah Ruangannya Digeledah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso. (DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)

"Yang memberikan izin saya kan, apa urusannya dia? Kenapa saya harus mengasih uang kepada orang lain, saya yang memberikan izin, kecuali dia yang memberikan izin," ujar Enggartiasto Lukita.

Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) menggeledah ruang kerja Enggartiasto Lukita di kantor Kementerian Perdagangan di Jalan Ridwan Rais nomor 5, Jakarta Pusat.

Penggeledahan itu menyusul pengakuan tersangka suap dan gratifikasi anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, soal sumber uang Rp 8 miliar.

"KPK perlu lakukan penggeledahan hari ini untuk menindaklanjuti beberapa fakta yang muncul selama proses penyidikan BSP," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved