Saat Uang Miliaran Rupiah untuk Pembangunan Ruang Kelas di Cianjur Diduga Dikorupsi Orang-orang Ini

Ini para pelaku dan modus mereka dalam dugaan korupsi pemotongan DAK untuk pembangunan ruang kelas di Cianjur.

Saat Uang Miliaran Rupiah untuk Pembangunan Ruang Kelas di Cianjur Diduga Dikorupsi Orang-orang Ini
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Bupati Cianjur non aktif, Irvan Rivano Muchtar mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa. 

Lapor‎an Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa kasus ‎pemotongan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk 137 SMP di Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan sempat mengumpulkan seluruh kepala SMP penerima DAK senilai total Rp 48 miliar di Kabupaten Cianjur pada 14 Desember 2017.

Pertemuan tersebut digelar di sebuah hotel di Kabupaten Cianjur.

Pertemuan dengan para kepala sekolah itu setelah Cecep menemui terdakwa Bupati Cianjur non-aktif, Irvan Rivano Muchtar di kediamanya dan menyampaikan pada Cecep bahwa di saat tahun politik, Irvan membutuhkan dana.

Sebelumnya Cecep ditemui terdakwa Tubagus Cepy Septhiady yang meminta Cecep memotong dana 7 persen dari setiap sekolah yang menerima DAK fisik.

Pertemuan diinisasi terdakwa bersama terdakwa Rosidin selaku Kabid SMP, Budiman selaku Kasi Sarpras Disdik Pemkab Cianjur, serta Rusdiansyah selaku Bendahara MKKS Cianjur.

Dalam pertemuan tersebut, terdakwa Cecep memberikan arahan kepada para kepala sekolah calon penerima DAK fisik untuk menyerahkan dana yang akan diterimanya guna disetorkan kepada Irvan Rivano Muchtar.

"Di pertemuan itu, terdakwa Cecep Sobandi mengatakan pada para kepala sekolah, 'Di tahun 2018, kita akan dapat dana DAK Fisik yang cukup besar untuk seluruh SMP. Karena sekarang tahun politik dan tahun pendanaan, oleh karena itu bagi sekolah-sekolah yang‎ mendapatkan bantuan DAK harus bisa mengerti dengan situasi sekarang," ujar jaksa KPK, Wibowo Wisnu Nugroho di sidang dakwaan untuk Cecep Sobandi yang dibacakan di persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (29/4/2019).

Jaksa menambahkan, Rosidin juga menyampaikan pada para kepala sekolah bahwa pemotongan DAK fisik itu seluruhnya mencapai 17,5 persen dari Rp 48 miliar lebih yang akan diberikan pada terdakwa Bupati Cianjur non-aktif Irvan Rivano Muchtar melalui terdakwa Tubagus Cepy Septhiady sebesar 7 persen dengan rincian 2 persen dibayar di muka sebagai down payment dan 5 persen saat DAK sudah diterima.

‎Lalu untuk Disdik sebesar 8 persen dengan rincian 6 persen untuk terdakwa Rosidin, Budiman, dan dana taktis cadangan, sedangkan 2 persen untuk dana taktis Disdik, yang antara lain untuk kebutuhan pihak eksternal. ‎

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved