Kisah Ali Sang Perajin Rotan, Tak Tamat SD tapi Bisa Kuliahkan 5 Anak, Usahanya Kini Semakin Berat

Lapak bertuliskan "Laris Rotan" sepi dari pengunjung tapi Ali tetap sibuk merangkai kerajinan rotan. Dari usaha itu, Ali mampu kuliahkan lima anak

Tribun Jabar/Ery Candra
Perajin rotan, Ali, tengah membuat wadah berbahan rotan, di tempa usahanya, Jalan Setia Budi, Kota Bandung, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kerajinan rotan berusaha bertahan di tengah serbuan kerajinan berbahan plastik.

Tak menentunya pesanan dan berkurangnya para perajin menjadi tantangan tersendiri dalam menghidupkan usaha kerajinan rotan pada masa sekarang.

Di Lapak bertuliskan "Laris Rotan", misalnya, sepi dari pengunjung tapi seorang pria sepuh tetap sibuk merangkai bahan rotan menjadi sebuah wadah.

Ali (65), nama perajin rotan itu, bekerja didampingi istrinya.

Ia adalah satu di antara perajin rotan yang masih bertahan sejak 1987 di Kota Bandung di Jalan Setia Budi. Ia mulai bersentuhan dengan kerajinan rotan sejak masih berusia 10 tahun.

Puluhan tahun bergelut dengan kerajinan rotan, Ali ikut merasakan kejayaan usaha ini.

"Dulu sepanjang jalan sini banyak yang usaha rotan. Sekitar 2000-an mulai berkurang. Saya paling lama masih bertahan di sini," ujar Ali di lapak usahanya di Jalan Setia Budi, Kota Bandung, Senin (29/4/2019).

Di Tangan Adang, Rotan jadi Barang Bernilai Guna, tapi Kini Usahanya Semakin Menurun

Perajin rotan, Ali, tengah membuat wadah berbahan rotan, di tempa usahanya, Jalan Setia Budi, Kota Bandung, Senin (29/4/2019).
Perajin rotan, Ali, tengah membuat wadah berbahan rotan, di tempa usahanya, Jalan Setia Budi, Kota Bandung, Senin (29/4/2019). (Tribun Jabar/Ery Candra)

Pria ramah ini menuturkan seiring perubahan zaman dan peralihan teknologi ke yang lebih canggih, minat orang untuk membeli kerajinan rotan pun berkurang.

Setidaknya pada 2002 kerajinan plastik belum masif, usaha kerajinan rotannya bisa panen rupiah. Satu hari, ia bisa menjual rata-rata tiga kursi rotan.

Halaman
123
Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved