Baby blues syndrome

Ibu Ajak Bayinya Bunuh Diri, Kenali Ciri-Ciri Baby Blues Syndrome, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Viralnya kasus bunuh diri ibu bersama bayinya disebabkan karena baby blues syndrome. Maka kenali ciri-ciri, penyebab dan cara mengatasinya.

Ibu Ajak Bayinya Bunuh Diri, Kenali Ciri-Ciri Baby Blues Syndrome, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Klikdokter.com
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus ibu bunuh diri bersama bayinya yang terjadi di Jembatan Serayu Cilacap disebabkan karena sang ibu alami Baby Blues Syndrome.

Diketahui korban bernama Septiana Prihapsari (30) Desa Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, merupakan wanita yang bunuh diri bersama bayinya yang berusia 4 bulan.

Korban membawa bayinya bunuh diri dan terjun dari Jembatan Serayu, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Kustiono (60) yang merupakan ayah korban mengaku bahwa korban mengalami baby blues syndrome.

Setelah melahirkan, korban menjadi mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit tertekan.

Baby blues syndrome disebut juga Postpartum Distress Syndrome merupakan kondisi yang dialami wanita setelah melahirkan, berupa munculnya perasaan gundah dan sedih berlebihan.

Lalu, apa penyebab, gejala, dan ciri-cirinya baby blues syndrome? Berikut penjelasannya yang dikutip Tribunjabar.id dari Halodoc.com. 

8 Fakta Ibu Bunuh Diri Ajak Bayinya di Jembatan Serayu Cilacap, Alami Syndrome Baby Blues

Penyebab Baby Blues Syndrome

Para ahli menganggap bahwa baby blues syndrome disebabkan oleh hormon.

Saat hamil, seorang ibu akan mengalami banyak perubahan mulai dari bentuk fisik dan nonfisik, termasuk hormon dan emosionalnya.

Halaman
1234
Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Kisdiantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved