Fenomena MJO, Ganguan Cuaca Jangka Pendek, Hujan Lebat Potensi Terus Terjadi di Jabar

Seusai terjadi bencana banjir baru-baru ini beberapa wilayah Indonesia disinyalir akibat aktivitas Madden Julian Oscillation atau MJO.

Fenomena MJO, Ganguan Cuaca Jangka Pendek, Hujan Lebat Potensi Terus Terjadi di Jabar
istimewa
Miftah mengevakuasi istrinya yang tengah hamil 8 bulan. Miftah menggendong istrinya menembus banjir Dayeuhkolot. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seusai terjadi bencana banjir baru-baru ini beberapa wilayah Indonesia disinyalir akibat aktivitas Madden Julian Oscillation atau MJO.

Fenomena itu merupakan gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat Samudera Hindia ke timur.

Menanggapi peristiwa itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyampaikan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan dalam minggu ini di Jawa Barat.

"Karena ada ganguan cuaca jangka pendek," ujar Koordinator BMKG Wilayah Jawa Barat, Tony Agus Wijaya, saat dihubungi Tribun Jabar, melalui ponselnya, di Kota Bandung, Senin (29/4/2019).

BMKG mengimbau kepada seluruh warga yang berada di Jawa Barat supaya tetap waspada pada periode musim kini. Khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Semisal, banjir, longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, hingga jalanan licin.

Waspada Banjir Besar! Wilayah Jabar Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem Gelombang Atmosfer MJO

"Perlu langkah antisipasi diatas. Contohnya membersihkan saluran air, dan mengurangi cabang pohon yang rimbun," katanya.

Hujan lebat masih berpeluang terjadi hingga minggu pertama dibulan Mei. Dengan kondisi itu, menurut analisis BMKG, daerah yang berpeluang hujan lebat hingga 2 Mei diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Ahok BTP Angkat Bicara Soal Banjir di Jakarta, Mantan Gubernur DKI Itu Beri Pesan Seperti Ini

Sementara itu, MJO merupakan variasi intraseasonal yang kerap terjadi di daerah tropis. Fenomena itu belakangan populer sebagai bagian yang disertakan dalam kajian meteorologi sejak ada fase El Nino 1982-1983.

Fenomena ini berakibat curah hujan, pergerakan angin, suhu muka laut, kondisi cuaca, dan tekanan udara yang melintasi daerah planet meningkat dari biasanya dan rata-rata terjadi dalam kurun waktu 30 sampai 90 hari.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved