Pemilu 2019

Anak Gagal Jadi Anggota DPRD, Sang Ayah Marah Tutup Pasar, Pedagang Pun Tak Berani Melawan

Seorang ayah kecewa hingga menutup pasar gara-gara sang anak gagal menjadi anggota DRPD. Peristiwa miris ini terjadi di Kabupaten Flores Timur.

Anak Gagal Jadi Anggota DPRD, Sang Ayah Marah Tutup Pasar, Pedagang Pun Tak Berani Melawan
(TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)
Ilustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG - Seorang ayah kecewa hingga menutup pasar gara-gara sang anak gagal menjadi anggota DRPD.

Peristiwa miris ini terjadi di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sang ayah yang juga adalah Kepala Desa Sagu, menutup Pasar Sagu, di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Propinsi NTT, Jumat (26/4/20019), karena kecewa anaknya gagal menjadi wakil rakyat, pada Pemilu 2019.

Sang anak yang maju menjadi caleg dari Partai Gerindra, nomor urut 5, dari daerah pemilihan 1, tidak lolos untuk menduduki kursi DPRD Flores Timur.

Orang-orang tak banyak memilihnya. Hasilnya, perolehan suaranya tak cukup mengantarkan menjadi anggota dewan.

Sehari setelah pencoblosan, ayahnya yang Kepala Desa Sagu langsung menutup Pasar Sagu.

5 Kali Jadi Caleg Gagal di Blitar, Tan Ngi Hing Tak Kapok, Maju Lagi Periode Berikut

Penelusuran Pos Kupang (Tribunjabar.id Network), Senin (29/4/2019) menyebutkan penutupan Pasar Sagu itu dilakukan sehari telah pemungutan suara.

Sang Kepala Desa Sagu pada hari itu memasang papan pengumuman melarang pedagang berdagang di sana.

“Tak ada pedagang yang berani berdagang ke pasar itu pada waktu ada larangan,” ujar sumber Pos Kupang, Senin siang.

Kasubag Humas Polres Flores Timur, Iptu Herono membenarkan penutupan pasar desa ketika dihubungi , Senin siang.

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved