Longsor Tebing Setinggi 30 Meter Menerjang 18 Rumah di Cililin

Longsor tebing setinggi 30 meter dan panjang 200 meter menerjang Kampung Rancapanggung, RT 04/09, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Ban

Longsor Tebing Setinggi 30 Meter Menerjang 18 Rumah di Cililin
Istimewa
Longsor di Kampung Rancapanggung, RT 04/09, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CILILIN - Longsor tebing setinggi 30 meter dan panjang 200 meter menerjang Kampung Rancapanggung, RT 04/09, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/4/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Dicky Maulana, mengatakan bahwa kejadian longsor tersebut akibat hujan deras dan kondisi kontur tanah di tebing yang berada di kawasan tersebut labil.

"Kejadiannya saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, ditambah tebing di kawasan itu tanahnya labil, sehingga menyebabkan tanah dari tebing itu longsor ke pemukiman warga setempat," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (28/4/2019).

Banyak Orang Muda Terkena Serangan Jantung, Ternyata Gara-gara Ini

Akibat longsor tersebut, kata Dicky, sebanyak 18 rumah yang tak jauh dari lokasi longsor terdampak, namun tidak sampai menyebabkan kerusakan yang cukup parah dan tidak menyebabkan adanya korban jiwa.

"Semua warga setempat selamat karena tebing yang longsornya juga tidak terlalu parah, hanya saja ada satu unit sepeda motor terbawa longsor dan warga setempat merasa khawatir ada longsor susulan," katanya.

Ia mengatakan bahwa warga yang terdampak longsor mengungusi ke rumah kerabatnya.

Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat juga langsung mengevakuasi barang milik warga ke tempat yang lebih aman.

"Selain itu, di lokasi kejadian, kami juga melakukan asessment kaji cepat dan membersihkan longsoran tanah, termasuk mengevakuasi barang-barang milik warga," katanya.

Camat Cililin, Endang Hadiat, mengatakan bahwa rumah warga yang tertimpa longsor ini rata-rata bagian tembok dan dindingnya retak, tetapi tidak ada rumah warga yang sampai ambruk akibat kejadian tersebut.

"Ada juga halaman rumah warga dan jalan di sekitar kejadian longsor retak-retak. Untuk jumlahnya kami masih melakukan pendataan," ucapnya.

Menurut Endang, daerah tersebut memang rawan longsor karena kontur tanah labil, sehingga saat hujan deras mengakibatkan tebingnya longsor ke pemukiman warga setempat.

"Setelah longsor itu masih ada warga yang menghuni rumahnya, ada juga yang diungsikan ke rumah saudaranya. Saat ini pihak pemerintah dan masyarakat lagi melakukan perbaikan secara gotong royong," kata Endang.

Beragam Permainan Menghibur Meriahkan HUT ke-378 Kabupaten Bandung di Situ Sipatahunan

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved