Breaking News:

SOROT

19 Bocah di Garut Lakukan Seks Menyimpang, Salah Gadget atau Orangtua?

Cerita buruk soal ponsel pintar yang dipegang anak-anak terjadi di Kabupaten Garut. Sebanyak 19 anak-anak terpapar video porno yang dilihat di ponsel.

19 Bocah di Garut Lakukan Seks Menyimpang, Salah Gadget atau Orangtua?
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

Jika Anda punya kesempatan untuk mengawasi bahwa konten yang ditonton anak-anak adalah konten positif, maka itu tidak akan jadi masalah.

Akan menjadi masalah jika anak-anak pemegang ponsel pintar terpapar konten video porno. Lalu, setelah terpapar, anak-anak ketagihan, dan diam-diam secara berulang-ulang menontonnya, tanpa diketahui orangtua.

Cerita buruk soal ponsel pintar yang dipegang anak-anak terjadi di Kabupaten Garut.

Kemarin, 19 anak-anak di bawah umur terpapar video porno. Dampak buruknya, anak-anak tersebut melakukan kegiatan seks menyimpang.

Mereka melakukan adegan seperti yang dilihat di ponsel pintar itu. Ini kabar yang bikin para orangtua mengelus dada.

Sebab, mereka ternyata sudah berulang melakukan seks menyimpang dengan sesama teman di toilet atau di lapangan selepas bermain bola.

Ini Nih Baik Buruknya Gadget Dilihat Dari Kacamata Anak Kekinian

Perilaku menyimpang ini akhirnya terbongkar setelah ada pengakuan dari korban. Sedih? Sudah pasti. Tapi ada hikmah besar di balik peristiwa pahit itu, para orang tua dan orang-orang dewasa di sekitar anak-anak menjadi sadar, anak-anak harus mendapatkan pengawasan orang dewasa.

Mengutip penjelasan psikolog, anak-anak perlu mendapatkan bimbingan orang tua karena mereka belum mampu menyeleksi tindakan yang baik atau buruk.

Anak-anak adalah peniru ulung, apa yang mereka lihat, makan akan dicoba atau dipraktekkan. Banyak psikolog atau pendidik manyarankan kepada orang tua, jika sedang bersama anak-anak, menjadikan pertemuan itu menjadi kebersamaan yang berkualitas. Anak-anak merasa mendapatkan perhatian, gembira, dan dihargai oleh orang tua.

Sebaliknya, orang tua dapat mengetahui secara mendalam apa yang dilakukan anak-anak.

Maka, perlakukan ponsel pintar pada tempat dan waktu yang tepat. Tidak untuk memanjakan anak-anak secara liar, tapi membantu anak-anak menjadi pintar dan tetap beretika. (*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved