Update Kasus Pembunuhan Budi Hartanto, Tersangka AS Sempat Pulang Sebelum Mutilasi, Ambil Koper

Dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap Budi Hartanto (28), satu dari dua tersangka, AS (34), sempat pulang ke rumah orang tuanya untuk mengambil koper

SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi
Aris Sugianto (23) kanan dan Azis Prakoso, tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto. 

TRIBUNJABAR.ID, KEDIRI- Dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap Budi Hartanto (28), satu dari dua tersangka, AS (34), sempat pulang ke rumah orang tuanya untuk mengambil koper.

Selanjutnya, AS menggunakan koper itu untuk mayat Budi Hartanto untuk dibuang. AS mengambil koper ke rumahnya setelah tersangka lain, AP, memintanya mencari wadah untuk membungkus mayat Budi Hartanto.

Pemintaan itu muncul setelah tersangka AP dan AS menghabisi nyawa Budi Hartanto di sebuah warung di Jalan Surya Desa Sambi, Kediri.

Memenuhi permintaan AP itu, AS lalu meluncur pulang ke rumah orang tuanya di Kabupaten Blitar untuk mencari bungkus mayat.

Kebetulan jarak antara rumah dan warung meski berbeda wilayah kabupaten, hanya sekitar 5 kilometer.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, koper tersebut adalah milik ibu tersangka AS yang disimpan di gudang rumah.

Kronologi Lengkap Pembunuhan Budi Hartanto Mayat di Dalam Koper, Azis Tak Tahu Hubungan Budi-Aris

Dua Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Mayat di Dalam Koper Blak-blakan, Cara Bunuh sampai Buang Mayat

"AS pulang ke rumahnya di Blitar Kabupaten ngambil koper," ujar Frans Barung Mangera ditemui di sela rekonstruksi pembunuhan itu di Kediri, Rabu (24/4/2019).

Sesampainya kembali ke warung, kedua tersangka kemudian memasukkan mayat korban ke dalam koper warna hitam tersebut.

Soal motif mutilasi kepala korban, ucap Frans Barung Mangera, adalah upaya menghilangkan jejak awam, yaitu menghindari terungkapnya identitas korban dari pengenalan wajahnya.

"Padahal pencarian jejak oleh kepolisian bisa beda. Bisa dengan pemeriksaan sidik jari,"katanya. Selain itu, ucapnya, mutilasi itu juga berkaitan dengan kapasitas koper. Jasad korban sebagian dimutilasi agar muat di koper.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved