Pemilu 2019

Polri: Akun Penyebar Video Pembakaran Surat Suara dan Kotak Suara di Papua Akan Diselidiki

Ditreskrimsus Polda Papua akan mendalami akun yang menyebarkan video pembakaran surat dan kotak suara pemilu di Distrik Tingginambut, Papua.

Polri: Akun Penyebar Video Pembakaran Surat Suara dan Kotak Suara di Papua Akan Diselidiki
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua akan mendalami akun yang menyebarkan video pembakaran surat dan kotak suara pemilu di Distrik Tingginambut, Papua.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

"Dari hasil pendalaman juga dari Polda Papua khususnya dari Direktur Kriminal Khusus akan melakukan investigasi terhadap akun yang menyebarkan informasi tersebut dan menambah lagi narasi-narasinya," ungkap Dedi.

Ia menerangkan, logistik Pemilu 2019 yang dibakar tersebut merupakan sisa logistik yang tidak terpakai.

Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan surat dan kotak suara yang tak digunakan.

Ini Pernyataan Anggota Bawaslu Soal Pembakaran Surat Suara di Papua

Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Pembakaran tersebut juga sudah dimuat dalam berita acara.

Para pemilik akun yang ikut menyebarkan hoaks tersebut, kata Dedi, dapat dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

 "Itu bisa dijerat UU ITE kepada pemilik akun yang menyebarkan berita hoaks yang tidak sesuai fakta sebenarnya," tuturnya.

Beredar rekaman video pembakaran surat dan kotak suara di Papua.

HEBOH Video Surat Suara Dibakar di Papua, Begini Tanggapan Pihak Polda Papua

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved