Bawaslu KBB Akan Kaji Laporan Money Politic yang Libatkan Caleg Nasdem

Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha memberikan tanggapan terkait laporan warga tentang adanya indikasi dugaan money politic atau politik uang.

KOMPAS / LASTI KURNIA ILUSTRASI
Illustrasi politik uang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha memberikan tanggapan terkait laporan warga tentang adanya indikasi dugaan money politic atau politik uang.

Menurutnya, baru ada dua laporan dan pihaknya akan langsung melakukan kajian awal melihat syarat-syarat formil dan materiil.

"Kami juga akan tentukan jenis pelanggaran dan nanti akan memanggil pihak yang dilaporkan untuk dimintai klarifikasi sekaligus menentukan jenis pelanggarannya," ujarnya di Kantor Bawaslu KBB, Rabu (24/4/2019)

Cecep juga menyebut dua laporan yang masuk ialah laporan terhadap adanya tindakan politik uang yang dilakukan caleg yang memberi uang pada warga masyarakat.

"Kami lakukan kajian selama dua hari karena ada laporan dari warga terhadap caleg partai tertentu. Kami juga imbau warga jangan takut untuk melapor jika ada pelanggaran," katanya seraya menyebut ketentuan tidak melewati batas waktu 7 hari kerja.

Kelelahan, Tiga Petugas Pemilu 2019 Kecamatan Panyileukan Bandung Diarikan ke Rumah Sakit

DEEP Sebut 12 Temuan Politik Uang di Jabar, Pangandaran Terbanyak Money Politic

Sebelumnya, Sejumlah warga RW 05 Kompleks Permata, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, melaporkan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bandung Barat melalui Ketua RW-nya atas adanya indikasi money politic, Rabu (24/4/2019).

Ketua RW 05, Ahmad Yani mengatakan dirinya melaporkan adanya indikasi money politic yang terjadi menjelang pencoblosan pada Rabu (17/4/2019) yang dilakukan  tim sukses dari calon legislatif dari partai Nasdem.

"Dari informasi dan laporan warga masyarakat kepada saya ada timses caleg Nasdem yang money politic untuk menjadi anggota DPRD KBB," ujarnya di Kantor Bawaslu.

Ketika disinggung bentuk money politic-nya, Ahmad Yani mengaku telah mengumpulkan barang bukti, seperti stiker bergambar caleg Nasdem tersebut dan adanya pecahan uang Rp 50 ribu.

"Sudah ada yang melaporkan ke saya lima orang warga tapi saya yakin banyak lagi. Saya juga menilai itu gak pantas dilakukan caleg karena kesannya tidak dapat menerima apa adanya," ucapnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved