Breaking News:

Pelaku Penyebar Hoaks Tentang Anggota Polisi Membuka Kotak Suara, Ditangkap Tim Cyber Polda Jabar

Polisi menangkap seorang pelaku penyebar hoaks tentang Polisi yang disebut akan membuka paksa kotak suara di media sosial Facebook dan Instagram.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Konferensi pers terkait penangkapan pelaku penyebaran hoaks di Gedung Dit Reskrimsus Polda Jabar, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Jabar berhasil menangkap seorang pelaku penyebar hoaks tentang Polisi yang disebut akan membuka paksa kotak suara di media sosial Facebook dan Instagram.

Dalam unggahannya pelaku menuliskan keterangan "Terjadi di Indihiang dan Cipedes Tasikmalaya Jabar Polisi Memaksa Ingin membuka kotak suara, dihadang oleh FPI, Babinsa, dan relawan 02".

Pelaku yang berinisial DMR (26) itu diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di Jakarta.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pelaku menyebarkan video yang berdurasi satu menit di akun facebooknya.

"Di Facebook sempat ramai diperbincangkan tentang Polisi yang ingin membuka kotak suara di Tasikmalaya. Kami langsung menyelidiki, dan berhasil mendapat akun Facebook yang bernama "Ampera Cyber"," kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Selasa (23/4/2019).

Selain video, pelaku menyebarkan foto beserta keterangan yang  mengakibatkan suasana menjadi tidak kondusif.

Jawab Tantangan Buka-bukaan Real Count Internal, BPN Tantang Balik Lembaga Survei Ungkap Sumber Dana

Wadirkrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata menambahkan bahwa pelaku yang merupakan alumni salah satu pesantren di Ciamis dan tinggal di kabupaten tesebut, ditangkap Polisi pada Sabtu, 20 April 2019 di kediamannya.

"Kami menangkap pelaku di kediamannya di Ciamis, setelah sebelumnya kami lakukan pengembangan," kata AKBP Hari Brata.

Karena perbuatannya, DMR diancam pasal 45a ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU no 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 14 ayat (1) UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Pelaku diancam hukuman selama 6 tahun dan denda senilai Rp 1 miliar dan penjara maksimal 10 tahun.

Sebut Burhanuddin sebagai Dalang Quick Count Palsu & Terima Uang Rp 450 M, 4 Akun Medsos Dipolisikan

Nama-nama Pemain Persib Ini Siap Tantang Borneo FC di Kandangnya, Radovic Bawa 19 Pemain

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved