Kabar Baik bagi Pekerja Migran di Priangan Timur, LTSA PPMI Akan Segera Hadir di Tasikmalaya

Setelah ada di sembilan kabupaten dan kota, LTSA Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( PPMI) akan segera hadir di Kota Tasikmalaya

Tribun Jabar/Isep Heri
Suasana audiensi pembentukan LTSA PPMI di Kota Tasikmalaya, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Setelah ada di sembilan kabupaten dan kota, Layanan Terpadu Satu Atap ( LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( PPMI) akan segera hadir di Kota Tasikmalaya.

Perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, BNP2TKI, BNP3TKI Provinsi Jabar, sudah melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkot Tasikmalaya untuk membahas terkait hal itu, Selasa (23/4/2019).

Kasubdit dokumen, visa, dan keimigrasian BNP2TKI, Adi Purwanto, menjelaskan LTSA ini tujuannya untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan PMI yang ada di daerah-daerah.

"Kebetulan Jabar penyumbang PMI terbanyak termasuk dari wilayah Priangan Timur. Tahun sebelumnya hampir 60 ribu lebih yang terdata PMI asal Jabar," kata Adi Purwanto saat ditemui seusai menggelar pertemuan di Bale Kota Tasikmalaya.

Wilayah penyumbang PMI banyak dari Indramayu, Cirebon, Subang, Sukabumi, Karawang.

"Tasikmalaya juga cukup banyak, kalau lihat di imigrasi ada 200 orang yang mengurusi paspor PMI," lanjutnya.

Melalui LTSA ini nantinya kordinasi antara dinas terkait di tiap daerah, mulai pemberangkatan sampai pemulangan PMI itu ada yang mengurusi di daerah masing-masing

Menurutnya adanya LTSA juga untuk mengurangi praktik percaloan yang menggelayuti persoalan PMI di tiap daerah.

"Jadi dari pengurusan dokumen, kesehatan, serta jaminan lainnya di LTSA. Intinya memberi pelayanan yang nyaman. Sosialisasikan peran pemda sampai ke tingkat RT RW," ujarnya.

Berbeda dengan BNP2TKI, dijelaskannya LTSA memiliki struktur di bawah disnaker nantinya.

LTSA di Kota Tasikmalaya nantinya bisa diperuntukan untuk melayani calon PMI di wilayah Priangan Timur.

Untuk mempersiapkan adanya LTSA di Kota Tasikmalaya, Wakil Wali Kota Muhammad Yusuf menyambut baik dan pemkot akan secara cepat bersiap diri.

"Kami akan mencari tempat husus untuk membuka layanan itu. Akan ada bantuan dari pusat dan provinsi katanya sudah disiapkan Rp 500 juta untuk anggaran itu tahun ini dan kita pergunakan untuk layanan," kata Yusuf.

Supaya dinyatakan siap seutuhnya, pemkot juga akan meminta rekomendasi rumah sakit di Tasikmalaya menjadi rumah sakit rujukan layak bagi urusan PMI.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa berjalan, termasuk persoalan izin medical checknya PMI yang selama ini harus ke Cirebon asal ada rujukan kami akan minta kementerian untuk bisa jadi rujukan wilayah Priangan Timur," tambah Muhammad Yusuf.

Kesal Diduga Jadi Korban Politik Uang, Caleg Bersama Warga Datangi Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya

Panglima Santri Jabar dan Ribuan Santri Gelar Syukuran Kemenangan Sementara Jokowi-Amin

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved