Panglima TNI: Profesionalisme adalah Evolusi dan Transformasi Kemampuan Militer

Pembukaan Dikreg XLVI Sesko TNI tahun 2019 dilaksakan di Gedung Serasa Sesko TNI Jl Martanegara 11, Kota Bandung, Senin (22/04/2019).

(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat ditemui di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembukaan Dikreg XLVI Sesko TNI tahun 2019 dilaksakan di Gedung Serasa Sesko TNI Jl Martanegara 11, Kota Bandung, Senin (22/04/2019).

Acara tersebut dibuka oleh Komandan Sesko TNI Laksamana Madya TNI Deddy M Pribadi, sekaligus menyampaikan sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

"Tantangan tugas kedepannya semakin bervariasi dan di hadapkan pada spektrum ancaman semakin luas. Medan tugas membutuhkan pemahaman yang komprehensif, pemikiran yang terbuka, serta model kepemimpinan yang adaktif," kata Komandan Sesko TNI saat membacakan sambutan Panglima TNI, Senin (22/04/2019).

IJTI Cirebon Raya Bagikan Makanan dan Vitamin untuk Personel TNI - Polri yang Amankan Pemilu 2019

Komandan Sesko TNI menjelaskan bahwa beberapa puluh tahun yang lalu ada prinsip di TNI yaitu "back to barrack" yang memaksa TNI untuk melepas peran Sospol TNI dan kembali pada fungsi TNI sebagai kekuatan pertahanan.

Ada perbedaan peran profesionalisme TNI saat ini dengan puluhan tahun yang lalu. Laksamana Madya TNI Deddy M Pribadi mengatakan bahwa saat ini peran TNI memerlukan pendekatan yang berbeda.

"Profesionalisme adalah evolusi dan transformasi kemampuan militer, dihadapkan pada karakteristik ancaman dan lingkungan yang senantiasa berubah. Sebagai contohnya ialah beberapa tahun terakhir, TNI melaksanakan beberapa operasi militer seperti bencana alam, bencana kemanusiaan, operasi pengamanan kegiatan nasional, internasional, serangan teroris, dan kegiatan yang saat ini masih berlangsung yaitu pengamanan Pemilu 2019 yang digelar serentak," katanya.

Selain operasi tersebut, Panglima TNI dalam sambutannya, mengatakan bahwa diperlukan interoperabilitas TNI serta konektivitas antara pemimpin TNI, Polri, Pemerintah pusat/daerah, kerjasama internasional, dan instansi lainnya.

Diharapkan, operasi militer saat ini tidak hanya menjadi eksklusifitas personel TNI, tapi juga bersinergi dengan komponen-komponen cadangan dan pendukung secara terintegrasi.

Panglima meminta agar Perwira TNI tidak alergi terhadap gagasan baru.

Pada sambutannya, Panglima TNI juga mengucapkan terimakasih kepada Pasis negara sahabat dan berharap partisipasi aktif para Pasis negara sahabat agar bisa mempererat hubungan baik antara negara, untuk saat ini dan masa mendatang.

Jumlah Pasis Dikreg XLVI tahun 2019 ialah sebanyak 152 orang yang terdiri dari 67 personel TNI AD, 39 TNI AL, 25 TNI AU, 2 wanita TNI, 12 Polri, dan 7 orang Pasis negara sahabat yang berasal dari Arab Saudi, Australia, India, Pakistan , Pilipina, Malaysia, dan Singapura.

Bawaslu Kota Cirebon Minta KPU Instruksikan PPS Umumkan Hasil Rekapitulasi Pemilu 2019

Soal Jokowi Utus Menteri Luhut Bertemu Prabowo, Fadli Zon Beri Sindiran, HNW Pun Anggap Tak Penting

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved