Lakukan Kejahatan di Dunia Maya dan Pemerasan, 40 Warga Taiwan dan Cina Ditangkap Kemenkumham

Sebanyak 12 warga Taiwan dan 28 warga Cin ditangkap Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah melanggar imigrasi sekaligus melakukan kejahatan d

Lakukan Kejahatan di Dunia Maya dan Pemerasan, 40 Warga Taiwan dan Cina Ditangkap Kemenkumham
KOMPAS.com/NAZAR NURDIN
Konferensi pers penangkapan 40 WNA yang diduga melakukan kejahatan cybercrime, Senin (22/4/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG - Sebanyak 12 warga Taiwan dan 28 warga Cin ditangkap Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah melanggar imigrasi sekaligus melakukan kejahatan di dunia maya (cyber crime).

Mereka ditangkap pada Kamis (18/4/2019) di sebuah perumahan elit di kawasan Puri Anjasmoro, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

"Mereka digerebek di lokasi kegiatan yang dikategorikan kejahatan cybercrime," ujar Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ramli HS, saat konferensi pers di rumah detensi imigrasi Semarang, Senin (22/4/2018).

Tiga WNA Ilegal Diamankan di Daerah Wisata Pangandaran, Menetap Sejak Januari, Langsung Dideportasi

Ke-40 WNA asal Taiwan dan China itu, kata dia, diamankan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Semarang.

Di dalam rumah itu, petugas menemukan barang bukti yang diduga menjadi sarana untuk berbuat kejahatan.

Barang bukti yang ditemukan antara lain 25 unit integrated access device (IAN), 22 ponsel, 4 tablet, 5 laptop, 250 buah jack RJ-10, 11 wireless telepon, 64 telepon, 22 handy talkie hingga uang tunai Rp 35 juta.

Setelah ada temuan itu, petugas lalu berkoordinasi dengan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jateng untuk menelusuri lebih jauh.

Bersama polisi, diketahui bahwa 11 dari 40 WNA merupakan daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Taiwan.

Mereka diduga telah melaukan kejahatan cybercrime di negara lain, seperti halnya di Jepang.

"Kami lakukan penggrebekan karena ada kekhawatiran melarikan diri. Di Indonesia, mereka ini sudah berpindah-pindah, mobilitasnya tinggi. Biasanya nginap di hotel, cottage, dan pindah-pindah," tambah dia.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Agus Triatmadja mengatakan, 40 WNA itu disangka telah melakukan penipuan dan atau pemerasan terhadap warga negara tersebut.

Caranya, mereka berpura-pura mengatasnamakan dari penegak hukum, lalu mencari target untuk ditakut-takuti persoalan hukum.

Korban selanjutnya diminta membayar sejumlah uang kepada pelaku.

"Mereka kami jerat dengan Pasal 28 Ayat 1 UU ITE," ujar Agus. (Kompas.com/Nazar Nurdin)

Tim Pengawas Orang Asing Dibentuk, Seluruh Aktivitas WNA di Cianjur akan Dipantau

Polisi Tangkap Komplotan yang Bawa Masuk Uang Asing Rp 90 Miliar dari Luar Negeri di Bandara Soetta

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved