BNN Kota Bandung Bantu Kecamatan Andir Hapus Stigma 'Kawasan Rawan Penyalahgunaan Narkoba'

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung mengakui adanya titik daerah rawan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung.

BNN Kota Bandung Bantu Kecamatan Andir Hapus Stigma 'Kawasan Rawan Penyalahgunaan Narkoba'
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Bandung, Leonard, saat ditemui di Hotel Moxy Jalan Ir H Juanda No 69, Bandung, Senin (22/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung mengakui adanya titik daerah rawan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung.

Satu di antara titik rawan penyalahgunaan narkoba tersebut adalah di kawasan Kecamatan Andir.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Bandung, Leonard, mengatakan Kecamatan Andir dinyatakan rawan bukan semata karena dicurigai atau pun terindikasi banyaknya terjadi penyalahgunaan narkoba.

Di sana, kata Leonard, BNN juga menemukan beberapa indikator, semisal pecandu narkoba, tindak pidana, kriminalitas, tempat hiburan, adanya praktek prostitusi.

"Karena stigmanya sangat kuat dengan daerah rawan tapi bukan berarti pengguna narkoba banyak di sana. Kami fokuskan karena stigmanya itu," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Bandung, Leonard, saat ditemui Tribun Jabar di Hotel Moxy Jalan Ir H Juanda No 69, Bandung, Senin (22/4/2019).

BNN Kota Bandung Gelar Bimtek bagi Penggiat Lingkungan Masyarakat, Deteksi Penyalahgunaan Narkoba

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Beri Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

BNN Kota Bandung, imbuhnya, membina masyarakat di Andir untuk membantu menghapus stigma 'rawan penyalahgunaan narkoba' dan Andir tidak seperti orang-orang dengar.

Dijelaskan Leonard, program pembinaan BNN kota Bandung tersebut diarahkan juga sebagai model bagi kecamatan-kecamatan yang lain, supaya bisa diadopsi dan diaplikasikan.

Sebagaimana diketahui, stigma di kawasan Kecamatan Andir melekat karena dikenal sebagai kawasan hiburan, semisal Saritem.

"Stigma ini yang ingin kami hilangkan, bukan berarti kecurigaan semata," ujarnya.

Leonard berharap dengan program binaan dari BNN Kota Bandung. Kecamatan Andir tidak hanya dikenal karena stigma yang identik dengan Saritem.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved