Bawaslu Jabar Banyak Temukan Politik Uang di Pileg, Langsung Diberikan Caleg maupun Pihak Lain

Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu Jabar) sejauh ini menemukan masih ada praktik politik uang atau money politics di Pemilu 2019.

Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Stop Politik Uang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu Jabar) sejauh ini menemukan masih ada praktik politik uang atau money politics di Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi menyebut berdasar hasil temuan terdapat 10 kasus money politic di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Dari sejumlah temuan itu, hampir keseluruhan kasus politik uang itu terjadi di kontestasi Pileg.

"Money politic banyak di pileg. Bukan pilpres. Modus uang tunai ada bentuk materi lain semacam voucher yang ditukarkan setelah pemungutan dilangsungkan," tutur Zaki Hilmi saat melakukan monitoring di Kota Tasikmalaya, Senin (22/4/2019).

Modus yang dilakukan, jelas Zaki, dilakukan oleh peserta pemilu langsung atau melalui pihak lain.

Heboh Ular Piton Raksasa Menyusup ke Rumah, Warga Kewalahan, Tepuk-tepuk Kepala dan Seret Ekor Piton

"Terbaru dugaan yang ditangani salah satunya di Kabupaten Tasikmalaya. Masih pembahasan awal tentang dugaan money politic yang dilakukan oleh salah seorang caleg," lanjut Zaki.

Praktik ini ada saja, padahal kata Zaki konsekuensi yang menunggu kalau politik uang terbukti maka sangat merugikan bagi para peserta pemilu itu

"Kalau terbukti, tidak bisa ditetapkan. Itu konsekuesinya. itu jelas di regulasi," ujarnya.

Misi Berat Persib Bandung di Markas Borneo FC: Skuat Tak Utuh, Keangkeran Segiri, Hingga Mario Gomez

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved