40 WNA Anggota Sindikat Penipuan 'Bermarkas' di Sebuah Rumah Mewah di Semarang

Terbaru, petugas menindak 40 WNA asal Taiwan dan China di sebuah rumah di Perumahan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11, Semarang

40 WNA Anggota Sindikat Penipuan 'Bermarkas' di Sebuah Rumah Mewah di Semarang
Tribun Jateng/Jamal A Nashr
40 WNA asal Taiwan dan China saat digiring di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang, Senin (22/4/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG- Di Semarang, kasus penipuan dan pemerasan oleh warga negara asing (WNA) yang memanfaatkan rumah mewah berulang kali terjadi.

Selama lima tahun terakhir, aparat mengungkap empat sindikat penipuan oleh WNA di Kota Semarang.

Terbaru, petugas menindak 40 WNA asal Taiwan dan China di sebuah rumah di Perumahan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11, Semarang Barat, Kamis (18/4/2019) lalu.

Sebelumnya, kasus 40 WNA di rumah mewah di Perumahan Puri Anjasmoro, sudah ada tiga penindakan terhadap kasus penipuan dan pemerasan oleh WNA.

Pertama pada Juli 2014 di Jalan Papandayan nomor 73, Gajahmungkur, Semarang, berhasil mengamankan 33 orang WNA asal Korea.

Tiga WNA Ilegal Diamankan di Daerah Wisata Pangandaran, Menetap Sejak Januari, Langsung Dideportasi

Imigrasi Kelas II Bekasi Amankan 11 WNA dari Apartemen, Diduga Terlibat Penipuan Online

Kedua, penggerebekan sebuah rumah mewah di Jalan Merapi nomor 18, Gajahmungkur, Semarang, April 2015. Rumah di Papandayan tersebut dihuni sekitar 40 WNA.

Ketiga, penggerebekan rumah mewah di Jalan Kawi Raya Nomor 48, Candisari, Semarang, Juli 2017.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja menyebutkan, penangkapan ini menjadi bahan evaluasi dan pemetaan bagi kepolisian terhadap kejadian serupa. Pengetatan pantauan di kawasan-kawasan elite juga akan dilakukan.

"Ini menjadi pengalaman dan bahan evaluasi bagi kepolisian, jangan sampai terjadi lagi ke depannya. Tadi disampaikan bahwa lokasi di perumahan elite itu menjadi pertimbangan untuk memetakan lagi. Tempat seperti ini yang digunakan untuk menyembunyikan atau mengkamuflasekan," tutur Agus, Senin (22/4/2019).

Senada, Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan, adanya sejumlah tempat yang menjadi praktik penipuan oleh WNA di Semarang karena sejumlah faktor.

Viral di Medsos Foto-foto WNA Kunjungi Gunung Anak Krakatau Secara Ilegal, BKSDA Tanggapi Begini

Satu di antaranya karena jaringan penipuan melalui siber sengaja mencari tempat yang lingkungannya sepi.

"Banyaknya kejadian yang di Jakarta dan Bali maka mereka mencari tempat yang relatif tidak banyak penduduknya. Bukan kotanya, tetapi lingkungannya yang tidak ramai seperti di daerah elit," sebutnya.

Kawasan elit menjadi pilihan karena kehidupan sosialnya cenderung pasif. Antar penghuni rumah di kawasan elit sebagian besar tidak saling mengenali.

"Kalau di Semarang itu agak ekslusif, di tempat mewah yang tidak mudah dideteksi oleh aparat seperti RT atau RW. Jadi orang-orang tidak akan banyak yang curiga, kalau di Jakarta dan Bali itu kan ramai jadi banyak kecurigaan," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul HEBOH! Rumah Mewah di Puri Anjasmoro Semarang Dihuni 40 WNA Anggota Sindikat Penipuan

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved