Pasir di Paru-paru, Penyebab Dian Asriyani Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Tak Tertolong

Hal tersebut dikatakan oleh Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis saat dikonfirmasi mengenai kematian Dian Asrian.

Pasir di Paru-paru, Penyebab Dian Asriyani Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Tak Tertolong
istimewa
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menjenguk bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri, di RSUD Bayu Asih, Purwakarta, Kamis (28/3/2019). 

Kabar meninggal dunianya Dian dibenarkan oleh Ketua RW rumah korban di Desa Pusakamulya, Kiarapedes, Purwakarta, Yayat Ahmad Hidayat saat ditemui di sekitar rumah duka.

"Saya dapat kabar anaknya Ujang yang dirawat di rumah sakit meninggal dunia pukul 09.00 WIB," kata Yayat saat dikonfirmasi.

Menurut informasi yang didapatnya, Ahmad mengatakan bahwa bayi mungil itu meninggal dunia karena pernafasannya terganggu.

Usai dinyatakan meninggal dunia, korban langsung dibawa ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Sesampainya jasad korban ke rumahnya, tidak lama dari itu langsung diurus untuk segera dimakamkan.

"Jelang 15 menit tiba di rumah duka, langsung dimakamkan tidak jauh dari rumah. Semua warga di sini ikut mengantar ke makam" ucapnya.

 

Kasus W (35), ibu yang tega mengubur bayinya hidup-hidup sedang ditangani lebih lanjut oleh Polres Purwakarta.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan pihaknya saat ini sedang mendampingi terduga pelaku melakukan pemeriksaan kejiwaan di RSUD Bayu Asih dan RSHS.

Didampingi pula oleh pihak keluarga pelaku sekaligus korban, Dian Asriyani (5 bulan), W diperiksa di ruang kejiwaan, Selasa (2/4/2019).

Namun, pihaknya memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan kejiwaan W di RSHS Bandung guna membuat bukti visum psikisnya.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved