Santriwati Dipukul Oknum Pengajarnya

VIDEO-Santriwati Dipukul Oknum Pengajarnya Pakai Rotan di Sebuah Ponpes di Manonjaya Tasikmalaya

HINGGA sekarang ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah/ KPAID Kabupaten Tasikmalaya telah menerima aduan dari...

VIDEO-Santriwati Dipukul Oknum Pengajarnya Pakai Rotan di Sebuah Ponpes di Manonjaya Tasikmalaya
TRIBUN JABAR
Santriwati dipukul oleh oknum pengajarnya di sebuah ponpes di Manonjaya Tasikmalaya. 

"Saya 19 kali tidak mengaji dipukul sebanyak 57 kali. Dipukul di bagian betis dan paha. Sempat tidak bisa berjalan 4 hari," kata KA saat ditemui di Kantor KPAID Kabupaten

Tasikmalaya, Sabtu (20/4/2019).

KA menuturkan pukulan yang dianggap hukuman yang dilakukan oleh oknum berinisial Y itu menggunakan batang rotan berukuran sebesar gagang sapu.

Dia mengatakan ada 9 orang santriwati yang mendapat hukuman serupa, hukuman itu diberikan bagi mereka yang tidak hadir ngaji beberapa hari.

"Kalau dulu engga. Pas kemarin ada 9 orang, yang tidak masuk lebih dari 5 kali dalam dua bulan terakhir," tuturnya.

Hukuman yang baru diterapkan itu diberikan di dalam kelas dan para santriwati yang dihukum disaksikan teman-teman kelasnya.

Meski sudah menjelaskan alasan ketidakhadiran di pengajian, KA tetap saja mendapat hukuman.

"Kan ngaji ba'da ashar, tidak masuk saat pulang ke rumah kemudian saat kecapean sehabis pulang sekolah," ujarnya.

Kini KA dan keluarga bersama para korban lainnya mengadu ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan berharap ada keadilan bagi mereka.

IM (52), warga Cibeber, Kabupaten Cianjur, histeris dan langsung menangis melihat luka lebam di kaki anaknya yang mondok di sebuah pondok pesantren di Kabupaten

Halaman
1234
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved