Erick Thohir: Stop Saling Menghujat, Jangan juga KPU Didemo-demo

Erick ingin semua pihak berperan menjadikan Pemilu 2019 sebagai hal menggembirakan. Pasca-pencoblosan, patut dijadikan momentum rekonsiliasi

Erick Thohir: Stop Saling Menghujat, Jangan juga KPU Didemo-demo
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Erick Thohir meladeni pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Lodji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (27/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres dan cawapres Jokowi - Maruf Amin, Erick Thohir meminta semua pihak untuk menghentikan saling hujat setelah Pemilu 2019.

Erick Thohir meminta Pemilu 2019 tak dijadikan ajang permusuhan karena beda pilihan.

Selain itu,  Erick Thohir berharap, semua pihak memberikan rasa aman bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bekerja, termasuk selama masa penghitungan perolehan suara

"Saya rasa stop saling menghujat, yang penting kerja biarkan KPU kembali bekerja. Pemilu kita jaga," kata Erick Thohir di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/4/2019) malam.

Erick ingin semua pihak berperan menjadikan Pemilu 2019 sebagai hal menggembirakan. Pasca-pencoblosan, kata Erick Thohir, patut dijadikan momentum rekonsiliasi.

UPDATE HASIL TABULASI Data Pemilu 2019, Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Amin, Suara Terbanyak Jabar

Sumber Prabowo Berani Klaim Kemenangan Pilpres 2019 62% Dibanding Jokowi, Karena Foto Ini

"Kita ini satu bangsa, satu tanah air, sayang sekali kalau pemilu lima tahun sekali tapi bangsanya harus pecah-pecah, kita harus segera konsolidasi," katanya.

Erick juga menegaskan, semua pihak perlu menghormati proses rekapitulasi suara oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jangan juga KPU didemo-demo, ditakuti, biarkan mereka bekerja dengan baik," kata dia.

Ia mengingatkan, negara-negara lain sudah banyak yang memuji keberlangsungan Pemilu di Indonesia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua pihak menjaga pandangan positif tersebut.

"Hampir 43 negara yang sudah mengapresiasi Pemilu di Indonesia. Nah, kalau mereka apresiasi kok kita yang dianggap bangsa besar masih mengolok-olok diri sendiri, mencela-cela diri sendiri. Nah, ini mestinya kan tidak boleh," katanya.

"Kita berhasil menjadi salah satu negara yang bisa menyukseskan pemilu secara bersamaan, baik pilpres, pileg. Bahkan tingkat partisipasinya 81 persen dibandingkan tahun 2014 yang sekitar 67 persen. Luar biasa," katanya. (Dylan Aprialdo Rachman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir: Stop Saling Menghujat!", .

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved