Bawaslu Garut Segera Panggil Caleg yang Diduga Terlibat Politik Uang

Bawaslu Garut pun segera memanggil caleg yang diduga melakukan politik uang. Pihaknya memiliki waktu 14 hari untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Komisioner Bawaslu Garut, Iim Imron, saat memberikan keterangan di gudang logistik KPU Gedung Serba Guna Mandala, Selasa (16/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Temuan kasus politik uang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Garut telah diplenokan. Bawaslu Garut pun segera memanggil caleg yang diduga melakukan politik uang.

Komisioner Bawaslu Garut, Iim Imron, mengatakan caleg yang diduga melalukan politik uang berasal dari Partai Golkar berinisial N. Caleg DPRD kabupaten daerah pemilihan (dapil) 1 itu diduga membagikan uang di masa tenang.

"Pembagian ini kami temukan saat masa tenang. Barang bukti sudah kami miliki dan akan segera diseret ke Sentra Gakkumdu," ujar Iim saat dihubungi, Jumat (19/4/2019).

Kasus politik uang itu, lanjutnya, sudah memenuhi unsur untuk ditindak lanjut. Pihaknya memiliki waktu 14 hari untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Bawaslu secepatnya memanggil caleg tersebut untuk dimintai klarifikasi. Nanti usai mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan dan sejumlah saksi, Bawaslu baru akan mengambil sikap.

"Sekarang kan masih dugaan. Jadi perlu diselidiki lagi. Akan kami bahas sampai tuntas," katanya.

UPDATE Real Count KPU pemilu2019.kpu.go.id, Jokowi-Maruf Unggul, Apakah Prabowo-Sandi Akan Menyalip?

Erick Thohir: Stop Saling Menghujat, Jangan juga KPU Didemo-demo

Illustrasi politik uang.
Illustrasi politik uang. (KOMPAS / LASTI KURNIA ILUSTRASI)

Sementara itu, hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut hingga pukul 17.45 untuk suara Pilpres baru mencapai 1,6 persen. Dari 8.056 TPS, baru 130 TPS yang sudah masuk data hasil suaranya.

Ke 130 TPS yang sudah diunggah datanya ke sistem informasi penghitungan suara (Situng) KPU tersebar di lima kecamatan. Hasil sementara, Prabowo-Sandiaga unggul 76,56 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya meraih 23,44 persen.

Lima kecamatan yang datanya sudah mulai masuk yakni Karangpawitan, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, dan Cilawu.

Komisioner KPU Garut, Hilwan Fanaqi menuturkan, masih menunggu data masuk dari kecamatan-kecamatan lain. Pihaknya memiliki waktu lima hari lagi untuk menyelesaikan penghitungan real count.

"Ada 25 petugas yang menginput data C1. Sampai sekarang baru lima kecamatan yang datanya sudah masuk," kata Hilwan di Kantor KPU Garut, Jalan Suherman.

Menurutnya, mulai kemarin data yang masuk sudah lebih banyak. Pascapemungutan suara, kemarin petugas masih ada yang beristirahat.

"Sekarang mereka sudah mulai maksimal bekerja lagi. Jadi bisa lebih cepat data masuknya. Terlambatnya input data karena sering sulit akses ke Situngnya," ucapnya. 

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved