Harga Cabai di Purwakarta Makin Pedas, Kenaikan Harga Capai Rp 40 Ribu

Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional di Purwakarta mengalami kenaikan.

Harga Cabai di Purwakarta Makin Pedas, Kenaikan Harga Capai Rp 40 Ribu
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Cabai dan bawang di Pasar Ciawitali, Garut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional di Purwakarta mengalami kenaikan.

Harga sayuran yang melejit naik  adalah cabai-cabaian yang meningkat sekitar 50 hingga 80 persen.

Kenaikan harga tersebut salah satunya terjadi di pasar tradisional Pasar Baru Citeko, Plered Purwakarta yang terjadi pada dua hari terakhir.

"Harga cabai rawit saat ini Rp 60 ribu per kilogram, sekarang naik sekitar Rp 40 ribu dari harga awalnya ( Rp 20 ribu)," kata salah satu pedagang sayuran di pasar setempat, Mela Runiani (37) saat ditemui disela kesibukannya, Jumat (19/4/2019).

Cabai Rawit Merah
Cabai Rawit Merah (tribunjabar/hakim baihaqi)

Selain cabai rawit, cabai merah pun mengalami lonjakan dari harga awalnya Rp 30 ribu naik menjadi Rp 50 ribu, serta cabai hijau Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu.

Sementara itu bumbu dapur lainnya seperti bawang putih melonjak naik hampir setengahnya menjadi Rp 60 ribu.

Harga Bawang Putih di Pasar Pagi Cirebon Capai Rp 65 Ribu Per Kilogram

Selain bumbu dapur tersebut, dia mengaku bahwa harga sayur-mayur pun mengalami kenaikan namun tidak terlalu signifikan.

Dia menduga bahwa kenaikan harga jualannya itu disebabkan stok barang di pasar induk terbatas.

Rata-rata kenaikan itu pun dialami sekitar dua hari yang lalu atau saat puncak pemilu serentak 2019, Rabu (17/4/2019).

Jelang Ramadan, Pengunjung Pasar Pagi Cirebon Khawatir Harga Bahan Pokok Meningkat Tajam

Namun dia tidak mengetahui pasti kapan harga akan kembali mengalami penurunan.

Bahkan menurutnya jika pun stok di pasar induk stabil namun tidak menjadi jaminan harga sayuran di pasaran kembali normal.

"Tidak tahu juga kapan akan turun, karena kalau sudah naik akan sulit turun atau setidaknya kembali normal," ujarnya.

Ia pun berharap stok di pasar induk Tau dari distributornya akan kembali normal, yang dibarengi dengan turunnya harga komoditas pertanian.

Ini Penjelasan Jubir BPN Soal Hasil Real Count Internal, Jadi Alasan Prabowo Deklarasikan Kemenangan

Hasil Quick Count, Jokowi dan Prabowo Bersaing Ketat di 5 Provinsi Ini, Perolehan Suara Beda Tipis

KPU RI Akan Santuni Petugas KPPS yang Sakit hingga Meninggal Dunia

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved