Pemilu 2019

13 Kasus Politik Uang Ditemukan Bawaslu Jabar, dari Bagi-bagi Amplop Sampai Sabun Cuci

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat memproses 13 temuan dugaan pelanggaran politik uang selama masa tenang hingga hari pemungutan suara di Pemi

Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Stop Politik Uang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat memproses 13 temuan dugaan pelanggaran politik uang selama masa tenang hingga hari pemungutan suara di Pemilu 2019 di Jabar, Rabu (17/4/2019).

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah, mengatakan bahwa pelanggaran ini memiliki konsekuensi sanksi pidana bagi peserta Pemilu 2019 yang melakukannya.

Menurut Abdullah, pada masa tenang, ditemukan 12 kasus politik uang yang tersebar di beberapa daerah di Jabar, semisal Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, Indramayu, Garut, dan Kota Bandung.

Sedangkan pada hari pemungutan suara, pihaknya mencatat satu kasus politik uang yang terjadi di Kabupaten Pangandaran.

Abdullah mengatakan bahwa kasus politik uang tersebut ditemukan Bawaslu, kemudian ditindaklanjuti bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang juga melibatkan kepolisian dan kejaksaan.

"Konsekuensinya peserta pemilu yang melalukan ini, maka ada sanksi pidana yang akan dikenakan, bahkan nanti kalau terbukti dan memiliki kekuatan hukum, maka KPU akan mencoret calon yang bersangkutan dari Pemilu," ujar Abdullah di kantor Bawaslu Jabar, Kamis (18/4/2019).

HASIL Real Count KPU Pilpres Sore Ini di Jabar, Prabowo Unggul di Bandung, Tasik, & Sejumlah Daerah

Kasus politik uang tersebut, kata Abdullah, dilakukan dengan berbagai cara yang sangat mengelabui.

Misalnya pada masa tenang di Ciamis dan Kuningan, pihaknya mendapati pembagian amplop berisi uang Rp 25 ribu beserta kartu nama peserta Pemilu 2019.

Di Kabupaten Pangandaran, kata dia, ada pembagian amplop berisi uang Rp 100 ribu.

Di Kota Bandung, politik uang dilakukan dengan cara pembagian sabun cuci beserta contoh surat suara.

Sementara di Indramayu, ada pembagian 174 set bingkisan dan sembako.

"Pelanggaran ini ada yang dilakukan oleh tim peserta pemilu, dan ada juga yang dilakukan oleh caleg itu sendiri," kata Abdullah.

Temuan pelanggaran ini, kata dia, merupakan hasil pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu Jabar di kota kabupaten.

Dengan metode dan strategi pengawasan, pihaknya menggencarkan patroli pengawasan politik uang selama masa rentan itu.

Terkendala Teknis dan Nonteknis, Real Count Hasil Pemilu 2019 di Kota Cimahi Diundur

Tim Monitoring Monitoring Pemilu 2019 Kota Tasikmalaya Temukan 2 Hal yang Perlu Evaluasi

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved