Cegah Perdagangan Manusia, Puluhan Siswa di Kabupaten Cirebon Ikuti Seminar Trafficking

Puluhan siswa mengikuti Seminar Trafficking yang digelar DPPKBP3A Kabupaten Cirebon di Hotel Apita Cirebon, Kamis (18/4/2019).

Cegah Perdagangan Manusia, Puluhan Siswa di Kabupaten Cirebon Ikuti Seminar Trafficking
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Puluhan siswa mengikuti Seminar Trafficking yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita Cirebon, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Puluhan siswa mengikuti Seminar Trafficking yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita Cirebon, Kamis (18/4/2019).

Tujuan seminar tersebut agar siswa bisa menambah wawasan mengenai Trafficking (perdagangan manusia). Sehingga, diharapkan lebih waspada dan tidak terkena bujuk rayu oleh orang yang melakukan penipuan perdagangan orang.

Dalam seminar itu, siswa diberikan pemahaman bagaimana harus mengerti saat dibujuk dan diiming-imingi oleh orang yang berniat jahat.

Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) DPPKBP3A, Wiwin Winarwih, menjelaskan, yang menjadi korban trafficking atau perdagangan orang adalah yang kondisi ekonominya lemah.

"Yang ekoniminya lemah ini biasanya mudah dibujuk untuk dijanjikan bekerja di luar daerah, bahkan luar negeri. Seminar ini juga agar siswa dibekali materi tentang bagaimana menghadapi para oknum yang tidak bertanggungjawab," katanya saat berada di Hotel Apita Cirebon, Kamis (18/4/2019).

Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Malang Meninggal, Sebelumnya Ketua KPPS di Bogor Pun Meninggal

Menurutnya, modus orang yang hendak melakukan aksi trafficking, langsung datang ke desa. Sehingga orang tua termakan oleh bujuk rayu orang tersebut.

"Antisipasinya sebetulnya kalau kami hanya memberikan seminar sosialisasi, tapi yang lebih terkait adalah Disnakertrans. Kami hanya mengarahkan apabila ada anak yang sudah lulus sekolah dan ingin bekerja keluar negeri diharapkan menghubungi OPD terkait. Sehingga mereka akan diberi penjelasan bagaimana menjadi seorang pekerja di luar negeri sesuai prosedur," katanya.

Pascapemilu, Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan

Selama tahun 2019 ini, pihaknya mengaku belum mendapat laporan terkait trafficking.

"Orang yang melakukan hal itu, untuk usia biasanya 20 hingga 40 tahun, bahkan kasus 2018 kemarin, yang korban itu mereka tidak ketemu secara face to face, hanya melalui facebook," tambah Wiwin.

Ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati apabila ada orang yang mengajak bekerja ke luar negeri, dan disarankan menghubungi dinas terkait terlebih dahulu.

Aa Gym Muncul dalam Video, Bicara Pilpres 2019, Ajak Pemilih Bersyukur, Sabar, dan Kawal Prosesnya

Prabowo Deklarasikan Kemenangan Pilpres 2019, Jokowi Mengaku Ingin Bertemu Prabowo


Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved