Ketua KPPS Meninggal Saat Pimpin Pemungutan Suara, KPU Purwakarta: Semoga Husnul Khatimah

KPU Purwakarta menyatakan berduka untuk ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses pemungutan suara

Ketua KPPS Meninggal Saat Pimpin Pemungutan Suara, KPU Purwakarta: Semoga Husnul Khatimah
tribunjabar/haryanto
Suasana TPS 03 Desa Cipeundeuy, Bojong, Kabupaten Purwakarta, Rabu (17/4/2019). KPU Purwakarta mengkonfirmasi bahwa ketua KPPS TPS 03 Desa Cipeundeuy, Deden Danhuri (46), meninggal dunia saat bertugas di TPS tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- KPU Purwakarta menyatakan berduka untuk ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses pemungutan suara.

KPU Purwakarta mengkonfirmasi bahwa ketua KPPS TPS 03 Desa Cipeundeuy, Bojong, Purwakarta, Deden Danhuri (46), meninggal dunia saat bertugas di TPS tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Komisioner KPU Purwakarta, Ramlan Maulana, seusai melayat ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi TPS.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, mudah-mudahan almarhum meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Keluarga besar penyelenggara Pemilu di Purwakarta mengucapkan turut berdukacita," kata Ramlan saat dikonfirmasi, pada Rabu (17/4/2019).

Diketahui, Deden menghembuskan nafasnya sesaat akan memanggil warga setempat sebagai pemilih masuk ke bilik suara untuk menggunakan hak pilihnya.

UPDATE Quick Count Pilpres 2019 dari 5 Lembaga Survei, Jokowi vs Prabowo, Siapa yang Unggul?

Hasil Exit Poll BPN: Prabowo-Sandiaga Raih 55,4 Persen, Jokowi-Maruf Amin 42,8 Persen

Ia sempat memimpin jalannya proses pemungutan suara di TPS 03 di desanya. Di tengah-tengah proses pemungutan, ketua KPPS itu pun  tersungkur jatuh tidak sadarkan diri.

Sejumlah warga maupun kerabatnya pun sempat membawanya ke klinik untuk tindakan medis lebih lanjut.

Sebelum sampai ke klinik terdekat dari TPS, Deden dinyatakan telah meninggal dunia.

"Beliau sempat mengeluhkan sakit. Kejadian ini akan dicatat pada kejadian khusus yang dituangkan dalam form C2," ujar dia.

Meski demikian Ramlan menyebut pihaknya sudah mengambil langkah-langkah tertentu agar proses pemungutan suara di TPS tersebut berjalan lancar.

Langkah preventif diambil oleh KPU Purwakarta adalah melanjutkan proses pungut hitung suara. Tapi dengan ditangani oleh enam orang KPPS tersisa dan dua orang petugas ketertiban TPS.

"Pemungutan suara tetap berjalan normal. Untuk pengganti ketuanya, sudah ditunjuk salah satu dari enam anggota lainnya," ucapnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved