Perempuan Muslim Ini Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Jadi Anggota DPR di AS
Ilhan Omar mengatakan ancaman yang dia terima semakin meningkat, akibat komentarnya yang merujuk langsung atau membalas video Trump di Twitter.
TRIBUNJABAR.ID, WASHINGTON DC - Seorang mantan pengungsi dan perempuan muslim kulit hitam pertama yang terpilih untuk Kongres, Ilhan Omar, berhasil mewujudkan 'American dream' dalam kemenangannya pada pemilu paruh waktu November lalu.
Meski demikian, dia menghadapi kontroversi yang dipicu oleh perkataannya sendiri dan permusuhan Presiden Donald Trump terhadapnya.
Kemenangan Ilhan Omar dirayakan sebagai hal yang bersejarah.
Kehadirannya di Washington berkontribusi pada Kongres yang akhirnya menjadi institusi yang lebih beragam dan representatif.
Diwartakan kantor berita AFP, Selasa (16/4/2019), Ilhan Omar sekarang menerima ancaman mati setiap hari.
Sejak disumpah pada Januari lalu, anggota Partai Demokrat asal Minnesota berusia 37 tahun itu telah menjadi pusat perdebatan tentang antisemitisme, diskriminasi, dan peran seorang anggota kongres yang blak-blakan menantang Gedung Putih.
Antisemitisme sendiri adalah sebuah sikap permusuhan atau prasangka terhadap kelompok Yahudi.
• Aksi Gebrak Podium Prabowo di Yogyakarta Bikin Heboh, Style-nya Disebut Mirip Duterte dan Trump
• Presiden AS Donald Trump Klaim ISIS Kalah dan akan Dihapus dari Peta
Pernyataan Ilhan Omar mengenai dukungan politik AS untuk negara Yahudi itu dipicu oleh uang dari kelompok lobi pro-Israel, dan dukungannya yang terbuka untuk boikot serta gerakan divestasi terhadap Israel telah menyebabkan kritik vokal dari kedua sisi lorong politik.
Ilhan Omar mengatakan ancaman yang dia terima semakin meningkat, akibat komentarnya yang merujuk langsung atau membalas video Trump di Twitter.
Bahkan seorang pria ditangkap pada 5 April lalu dan didakwa mengancam akan membunuh Ilhan Omar.
"Saya akan memasukkan peluru ke dalam tengkoraknya," demikian isi ancaman tersebut, seperti keterangan dari Ilhan Omar.
Ancaman di media sosial kepadanya pun terlihat gamblang.
"Dia perlu dieksekusi," tulis seorang pengguna Twitter.
Trump secara langsung meminta Partai Demokrat untuk meninjau kembali pernyataan Ilhan Omar soal antisemitisme.
"Para pemimpin Demokrat harus melihat ujaran kebencian yang anti-Semit, anti-Israel dan tidak berterima kasih yang telah dibuat Ilhan Omar," ujarnya. (Kompas.com/Veronika Yasinta)
• Donald Trump: Garda Revolusi Iran Organisasi Teroris
• TKN Sayangkan Ucapan Ndasmu Prabowo di Kampanye, Disebut Ingin Jiplak Karakter Donald Trump
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilhan-omar.jpg)